LET'S ENJOY MY BLOG

Sabtu, 07 November 2009

MOm

Teman teman yang saya cintai..... Bayangkan kita waktu kecil Bayangkan ibu kita....... Ibu kita yang mengandung kita selama 9 bulan
Kemudian setelah itu kita dilahirkan dengan darah yang berceceran disana Dia peluk kita ketika kita masih bayi . Pada saat itu ibu kita bukannya bersedih tetapi dia ditengah darah dan tangan yang bersimpah darah, dia malah menghitung jari kita 1,2,3,4,5
Kemudian ibu kita tersenyum setelah melihat jari kita semuanya lengkap Padahal saat itu ia baru saja melahirkan kita dari perutya kemuka bumi Kemudian setelah kita mulai beranjak kecil Kita mulai belajar jalan... Dia genggam tangan kita....dia papah kita supaya tidak terjatuh...

Dan saat kita belajar bicara....dia pula yang mengajarkan kata “mama” dan kata “papa” Dia suapi makanan ke mulut kita, ketika kita muntahkan dia pun tidak putus asa, dia ambil lagi makanan yang bersih kemudian masukkan lagi ke dalam mulut kita Karna dia tahu kita tidak mau makan, Dia suapi susu, dia berikan kita susu sampai kita benar benar sehat
Dia ingin melihat tubuh kita sehat....dia ingin kita tumbuh sehat dan tidak pernah sakit Ketika ia menggendong kita, kita malah mengompoli kita...dia bukannya marah malah ia mengatakan “pak anak kita sehat”

Teman teman Saya ingin menujukkan betapa sayang dan cintanya ibu kita pada diri kita Bayangkan... Setiap malam ibu kita selalu terbangun setelah mendengar tangis kita Hanya untuk menyusui ataupun hanya untuk mengganti popok kita Dia tahan rasa kantuknya dan rasa letihnya setelah seharian menjaga kita, hanya untuk melihat kita tidak menangis dan tidur dengan tenang lagi..

Saat kita mulai beranjak remaja dan dewasa kita sudah mengenal kehidupan sosial...kita mengenal tentang teman, sahabat, pacar, kuliah, sekolah, organisasi dan sebagainya. Waktu kita terkadang hanya tersita buat kepentingan kita saja. Sedangkan ibu kita di rumah dengan rasa cemasnya dan rasa khawatirnya, ia menunggu kita sampai pulang.... Saat kita pulang, ia tunjukan rasa marah atau khawatirnya dengan pertanyaan “ nak, dari mana saja?” Padahal di balik pertanyaan itu ia sangat bersyukur sekali anaknya dapat pulang dengan selamat.

Bayangkan teman teman.... Ketika kita pulang ke rumah, kita melihat ada bendera kuning tertancap di depan rumah kita.
Apa yang kita rasakan teman teman? Bagaimana perasaan kita saat itu?

Kemudian kita mullai melangkahkan kaki kita satu persatu ke dalam rumah. Tapi, apa yang kita rasakan kalau seandainya saat kita memasuki pintu rumah kita , kita mendengar tangisan dan doa doa berkumandang jelas di dalam rumah kita.
Apa yang kita rasakan saat itu?

Bayangkan saat itu kalian melihat sesok tubuh tak berdaya tidur di tengah tengan kerumunan keluarga kita yang sedang menangis. Bayangkan ketika saat itu banyak orang orang yang memeluk tubuh itu dengan tangisan.
Apa yang kita rasakan teman teman? Kemudian, dengan penuh tanya, kalian mulai mendekati sosok tubuh itu....

Sosok tubuh yang tak berdaya di tengah tengah tangisan keluarga dan saudara kalian tersebut. Setelah sampai kalian hanya melihat sosok tubuh yang tertutupi kain kafan ... Kalian pun pasti akan bertanya tanya siap itu?
Dengan lafadz laillahaillah kemudian kalian membuka kain itu perlahan lahan sehingga wajah dari sosok tubuh itu terlihat.
Bayangkan teman teman, bayangkan!!! bila saat kalian buka kain kafan itu, yang terlihat adalah wajah ibunda kalian....wajah ibunda kalian yang sudah meninggal dunia tanpa ada kalian di sampingnya saat sakaratulmautnya tiba....
Bayangkan saat itu kita menangis....menyesal dan meratapi betapa dosanya diri ini....
Bayangkan saat itu ibunda kalian meninggal dunia sebelum kalian membahagiakan beliau....sebelum kalian membanggakan beliau dengan prestasi kalian....dan belum sebelum kalian memberikan tawa dan senyuman karna anaknya ini....
Bayangkan ketika ibunda kalian meninggal dunia saat kalian belum meminta maaf pada beliau.....belum berterimakasih pada beliau.....
BAYANGKAN!!!
Bayangkan teman teman!!!!itu ibunda kalian!!!!!
Bayangkan hari itu saat berbeda......
Bayangkan hari itu tak ada sapaan....tak ada senyuman....tak ada nasihat dari ibunda kita saat kita pulang.....
bayangkan!!!!
Bayangan teman teman ketika hari itu yang ada sapaan tangis dari ayah.....dari kakak...adik...dan saudara saudara kalian....
Bayangkan ketika hari kemarin kalian masih bisa bersenda gurau bersama ibunda kalian....
Bayangkan ketika kemarin kalian masih bisa melihat senyum itu....tapi sekarang dan seterusnya.....yang terlihat hanya kamar yang kosong......dengan baju baju yang hanya tergantung tanpa ada yang memakainya.....
Bayangkan teman teman .....ketika esok hari kalian pulang.....hanya kesunyian dan kesepian yang kalian rasakan....
Bayangkan ibunda kita telah meninggal.......tak ada lagi tangan lembut itu....tak ada lagi wajah itu.....tak ada lagi suara indah itu dan tak ada lagi pelukan erat itu.....

Teman teman mulai saat ini janganlah kau sia siakan hari kalian hanya untuk menyitakan waktu tanpa ibunda kalian .....jangan kalian siakan waktu hanya untuk kepentingan kalian sendiri.....

Tekadkan mulai hari ini juga kalian selalu membahagiaan ibunda kalian dengan tawa, senyuman, prestasi, kasih sayang dan cinta kalian.....Sesungguhnya itulah yang ibunda kalian tunggu dari kita..... Jangan pernah sakiti beliau lagi....

Mulailah dari hari ini juga kalian meminta maaf pada beliau.... Kalian cium tangannya...pipinya... Kalian peluk tubuhnya....dan katakan “Ma, adek sayang sama mama...”

Minta maaf lah saat ini juga....jangan sampai ibunda kita tiada sebelum kita meminta maaf padanya....sesungguhnya pintu surga ada di kaki beliau dan ridhonya beliau.... Terima kasih buat para ibunda di dunia ini yang pengorbanan dan cintanya tak terbatas.... Aku persembahkan puisi sederhana ini untuk kalian......

IBU

SAAT PERTAMA KU LAHIR DI DUNIA
AKU RASAKAN SENTUHAN LEMBUT
SIAPA KAH DIA TUHAN? TANYAKU
SAAT AKU HANYA BISA MENANGIS, TAPI MENGAPA DIA TERSENYUM LEMAH SAAT MELIHATKU
AKU MEMANDANG HERAN...SIAPA ITU?


DIA MEMELUK ERAT TUBUH MUNGIL INI
SEAKAN TAK PERNAH BISA MELEPASNYA
AIR MATANYA MULAI JATUH DI PIPIKU
KURASAKAN PERASAAN SYUKURNYA DENGAN KEHADIRANKU DI DUNIA
SIAPA ITU TUHAN? AKU BERTANYA LAGI


AKU RASAKAN SENTUHAN YANG KESEKIAN KALINYA DARI TANGAN HALUS ITU
SUARANYA MULAI TERDENGAR SAMAR DI ANTARA TANGISAN LENGKINGKU
MERDU DAN INDAH SEKALI
DENGAN LIRIH DIA MEMBISIKAN “SAYANG...INI IBUMU”
SETELAH BEBERAPA SAAT KU MENGERTI...KAULAH MALAIKAT YANG DIJANJIKAN TUHAN UNTUKKU




DALAM TANGISANKU, KUINGIN MEMANGGILNYA IBU....
DALAM TANGISANKU, KUINGIN BERSYUKUR PADA TUHAN ATAS JANJINYA PADAKU
“TUHAN TERIMA KASIH TELAH MELAHIRKAN AKU DARI MALAIKATMU INI”
SAYANG DAN CINTANYA MENGALIR HINGGA KE DALAM NADIKU
DAN KUYAKIN AKUPUN TAKKAN SANGGUP UNTUK MEMBALASNYA SEUMUR HIDUPKU


SETELAH DEWASA AKUPUN BERKATA LAGI PADA TUHAN.....


TUHAN....
MALAIKATMU BEGITU SEMPURNA
DENGAN TANGANNYA IA MAMPU MENJAGAKU DAN MELINDUNGIKU
DENGAN TANGANNYA DIA MAMPU MENGANGKATKU KE TEMPAT YANG LEBIH TINGGI..
SETIAP PAGI, SEMANGATNYA SELALU MENJADI ALIRAN DARAHKU
KATA-KATA INDAH DAN BAHASA BIJAKNYA SELALU TERUKIR DI SETIAP WAKTU


TUHAN
MALAIKATMU BEGITU SEMPURNA
DIA SEMBUNYIKAN SEDIHNYA HANYA DEMI SENYUMANKU..
DIA SEMBUNYIKAN RAPUHNYA DEMI AKU YANG KINI TELAH DEWASA
CINTANYA PADAKU BEGITU TAK TERBATAS
HINGGA BILA AKU MENAMPUNG SAMUDERA PUN TAKKAN MAMPU MENGGANTINYA


TAPI MENGAPA TUHAN.....
AKU TAK PERNAH SADARI ITU
AKU BEGITU SIBUK UNTUK MENCARI KESENANGAN LAINNYA
SEAKAN PERHATIAN DAN KASIH SAYANGANYA BEGITU TAK BERHARGA


KADANG AKUPUN BEGITU TEGA...
BEGITU MUDAH AKU MEMBUATNYA SEDIH, MARAH DAN MENANGIS
KADANG AKUPUN KHILAF
AKU ACUHKAN NASIHAT MALAIKATMU
AKU BIARKAN TUBUHNYA MENJADI SEMAKIN LEMAH DAN LETIH
AKU BIARKAN AIR MATANYA BERHENTI
TANPA BISA KUMENGHAPUSNYA


TUHAN...
BEGITU MUDAH AKU LUMPUHKAN HATINYA
DENGAN KENAKALANKU
DENGAN KEANGKUHANKU
DAN DENGAN KELANTANGANKU MELAWANNYA
SEAKAN MALAIKAT ITU ADALAH ORANG YANG TAK BERDAYA
SEAKAN DIA BUKANLAH ORANG YANG RELA MENGORBANKAN JIWANYA DEMI KELAHIRANKU KE DUNIA



TUHAN ....SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT
IZINKAN KEDUA TANGAN INI MEMELUK ERAT TUBUHNYA
IZINKAN MULUT INI MEMINTA MAAF PADANYA
IZINKAN HATI INI MERASAKAN CINTA TULUSNYA
IZINKAN AKU MELIHAT SENYUM DARI WAJAHNYA

KU HANYA INGIN MELIHAT CINTAKU DAPAT MENGISI HARI HARINYA
KUINGIN SELALU BERBAGI TAWA DAN BAHAGIA
HINGGA IA TAKKAN LAGI TETESKAN AIR MATA KARENA DURHAKAKU
SUNGGUH, BILA ITU TERJADI AKU TAK AKAN SANGGUP MENAMPUNGNYA
DIRI INI TERLALU HINA UNTUK DIA TANGISI


DAN PESAN ABADIKU UNTUK MALAIKATMU TUHAN.........
WAHAI MALAIKAT ILAHI...BILA SAATNYA NANTI KAU TELAH TIADA
KUINGIN HANYA SATU SAJA.....
KAU PERGI DENGAN SENYUM BAHAGIA KARNA ANAKMU INI
MAAFKAN AKU YANG ACUH INI
MAAFKAN AKU YANG DURHAKA INI

IBU...KU HATURKAN TERIMA KASIHKU ATAS SEMUA CINTA DAN SAYANG YANG BELUM BISA TERBALAS SEUTUHNYA
SUNGGUH...AKU MENCINTAIMU
DARI ANAKMU TERSAYANG...
BY: MELISA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar