LET'S ENJOY MY BLOG

Rabu, 03 Desember 2008

Analisis Framing

Analisis bingkai (frame analysis) berusaha untuk menentukan kunci-kunci tema dalam sebuah teks dan menunjukkan bahwa latar belakang budaya membentuk pemahaman kita terhadap sebuah peristiwa. Dalam mempelajarai media, analisis bingkai menunjukan bagaimana aspek-aspek struktur dan bahasa berita mempengaruhi aspek-aspek yang lain. (Anonimous, 2004:--). Analisis bingkai merupakan dasar struktur kognitif yang memandu persepsi dan representasi realitas. (King, 2004:--). Menurut Panuju (2003:1), frame analysis adalah analisis untuk membongkar ideologi di balaik penulisan informasi. Disiplin ilmu ini bekerja dengan didasarkan pada fakta bahwa konsep ini bisa ditemui di berbagai literatur lintas ilmu sosial dan ilmu perilaku. Secara sederhana, analisis bingkai mencoba untuk membangun sebuah komunikasi—bahasa, visual, dan pelaku—dan menyampaikannya kepada pihak lain atau menginterpretasikan dan mengklasifikasikan informasi baru. Melalui analisa bingkai, kita mengetahui bagaimanakah pesan diartikan sehingga dapat diinterpretasikan secara efisien dalam hubungannya dengan ide penulis. Beberapa model analisa bingkai telah dikembagkan: 1. Model Zhongdang Pan dan Gerald M. kosicki Model ini membagi struktur analisis menjadi empat bagian: a. Sintaksis adalah cara wartwan menyususn berita. Struktur sintaksi memiliki perangkat: 1. Headline merupakan berita yang dijadikan topik utama oleh media 2. Lead (teras berita) merupakan paragraf pembuka dari sebuah berita yang biasanya mengandung kepentingan lebih tinggi. Struktur ini sangat tergantung pada ideologi penulis terhadap peristiwa. 3. Latar informasi 4. Kutipan 5. Sumber 6. Pernyataan 7. Pentup b. Skrip adalah cara wartawan mengisahkan fakta.Struktur skrip memfokuskan perangkat framing pada kelengkapan berita: 1. What (apa) 2. When (kapan) 3. Who (siapa) 4. Where (di mana) 5. Why (mengapa) 6. How (bagaimana) c. Tematik adalah cara wartawan menulis fakta.Struktur tematik mempunyai perangkat framing: 1. Detail 2. Maksud dan hubungan kalimat 3. Nominalisasi antar kalimat 4. Koherensi 5. Bentuk kalimat 6. Kata ganti Unit yang diamati adalah paragraf atau proposisi d. Retoris adalah cara wartawan menekankan fakta.Struktur retoris mempunyai perangkat framing: 1. Leksikon/pilihan kata Perangkat ini merupakan penekanan terhadap sesuatu yang penting. 2. Grafis 3. Metafor 4. Pengandaian Unit yang diamati adalah kata, idiom, gambar/foto, dan grafis 2. Model William A. Gamson dan Andre Modigliani Model ini membagi struktur analisis menjadi tiga bagian: a. Media package merupakan asumsi bahwa berita memiliki konstruksi makna tertentu. b. Core frame merupakan gagasan sentral. c. Condnsing symbol merupakan hasil pencermatan terhadap perangkat simbolik (framing device/perangkat framing dan reasoning device/perangkat penalaran). Perangkat framing terbagi m enjadi lima bagian: a. Methaphors adalah perumpamaan dan pengandaian b. Catcphrase adalah perangkat berupa jargon-jargon atau slogan. c. Exemplaar adalah uraian untuk membenarkan perspektif. d. Depiction adalah leksikon untuk melebeli sesuatu. e. Visual image adalah perangkat dalam bentuk gambar, grafis dan sebagainya. Perangkat penalaran terbagi menjadi tiga bagian: a. Root merupakan analisis kausal atau sebab akibat. b. Appeals to principle merupakan premis dasar, klaim-klaim moral. c. Consequence merupakan efek atau konsekuensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar