LET'S ENJOY MY BLOG

Rabu, 03 Desember 2008

Komunikasi Antar Pribadi

• Defenisi Persepsi • Pengaruh persepsi terhadap KAP • Faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap KAP • Peranan persepsi terhadap KAP Persepsi merupakan proses dimana kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indra kita, persepsi mempengaruhi rangsangan (stimulus) atau pesan apa yang kita serap dan apa makna yang kita berikan kepada mereka ketika mencapai kesadaran. Persepsi sangat berpengaruh terhadap berlangsunganya proses komunikasi antar pribadi. Ketika memahami orang lain, kita dapat menduga karakteristik orang lain dengan memahami petunjuk eksternal dan internal. Maksudnya, keakuratan kita ketika mempersepsi orang lain tergantung kepada ketrampilan kita memahami petunjuk eksternal dari petunjuk verbal dari pihak ketiga, proksemik, kinesik, wajah, paralinguitik dan artefak. Sedangkan petunjuk internal meliputi pengalaman, kepribadian, dan motivasi. Berikut contoh dari bentuk pengaruh persepsi terhadap KAP dalam kehidupan sehari-hari. Suatu hari ketika saya bertemu seorang pria di sebuah pusat berbelanjaan, saya melihat penampilannya sepintas yang berantakan, dengan rambut yang gondrong, memakai kaos dan sandal. Karena itu saya mempersepsi orang tersebut sebagai preman. Sehingga saya sedikit takut ketika ia menegur saya bahkan mengajak berkenalan, hal ini membuat saya hanya berbicara seperlunya terhadap pria tersebut, karena menurut pengalaman stereotipe, kesan yang dibentuk dari orang yang berpenampilan seperti itu, dapat dikatakan bahwa ia preman dan mempunyai maksud jahat. Dan ketika saya mengunjungi sebuah kantor redaksi yang cukup ternama, saya bertemu seorang pria berkacamata yang berpakaian rapi, menggunakan jas, sepatu kulit, dan berjalan dengan gagahnya. Maka saya menjadi segan, sedikit rendah diri, dan berusaha untuk berperilaku santun ketika berbicara dengannya, karena saya berpersepsi bahwa ia seorang bos yang berwibawa dan terhormat. Faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap KAP: Sistem komunikasi interpersonal dimulai dengan pembahasan tentang faktor-faktor personal dan situasional yang mempengaruhi persepsi kita tentang orang lain. 1. Pengaruh faktor-faktor situasional pada persepsi interpersonal yaitu: • Deskripsi verbal yaitu, bagaimana rangkaian kata sifat menentukan persepsi orang. Seperti orang yang baik hati, ramah, humoris, mudah bergaul, membuat kita cenderung untuk membuka diri terhadapnya. Dan bila seorang yang suka berbohong, pemarah membuat kita berhati-hati padanya. • Petunjuk proksemik yaitu studi tentang penggunaan jarak dalam menyampaikan pesan. Contoh, ketika kita bertemu seorang ibu-ibu yang belum kita kenal tiba-tiba menjauh dari kita, karena ia merasa bahwa kita telah melanggar wilayah pribadinya. • Petunjuk kinesik yaitu petunjuk pada persepsi yang di dasarkan pada gerakan orang lain. Misal seseorang yang membusungkan dada maka menunjukkan bahwa ia orang yang sombong. Dan gerakan tangan berputar bila menggambarkan lingkaran. • Petunjuk wajah, yang menimbulkan persepsi yang bisa diandalkan. Seperti orang yang berwajah merah menujukkan ia sedang marah atau mungkin malu. • Petunjuk paralinguistik yaitu cara bagaimana orang mengucapkan lambang-lambang verbal, suara gemetar, siulan, gerutuan. Contoh suara yang kita pelajari melalui lingkungan, suara tinggi dan keras ditafsirkan marah. 2. Pengaruh faktor-faktor personal pada persepsi interpersonal yaitu: pengalaman, pola perilaku manusia sebenarnya didasarkan kepada persepsi mereka mengenai realitas sosial yang telah dipelajari. Persepsi manusia terhadap seseorang, objek, atau kejadian dan reaksi mereka terhadap hal-hal itu dipelajari dan berdasarkan pengalaman di masa lalu dengan obyek, orang atau kejadian yang sama. Sebagai contoh kita telah mengetahui dari pengalaman, bahwa ada seorang teman yang tiba-tiba diam, murung, tidak mau berbicara itu membuat kita berpersepsi bahwa ia sedang mempunyai masalah, sehingga mendorong kita ingin mengetahui apakah permasalahan yang sedang ia alami dengan meyakinkannya untuk menceritakan keadaannya pada kita. Motivasi, motif sering mempengaruhi persepsi kita, sebagai contoh bila kita melihat orang yang sukses, kita cenderung menanggapinya sebagai orang yang berkarakteristik baik. Faktor selanjutnya yaitu kepribadian, kepribadian adalah karakteristik yang membedakan satu individu dengan individu lainnya. Sebagai contoh kepribadian non-otoriter menurut Theodora Newcomb cenderung lebih cermat menilai orang lain, lebih mampu untuk menilai nuansa dibalik perilaku orang lain. Peranan persepsi terhadap KAP: Persepsi sangat berperan terhadap berlangsungnya proses KAP, dan dapat membangun hubungan (relationship) dalam KAP, hal ini dapat dilihat bahwa dengan mempersepsi suatu objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang kita peroleh dari factor situasional dan factor personal, maka suatu proses KAP dapat berjalan baik, karena kita telah mempelajari dan mengetahui dari pengalaman tentang objek atau peristiwa tersebut, sehingga membuat kita berhati-hati dan berusaha mengatur impression management kita dalam melangsungkan proses KAP.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar