LET'S ENJOY MY BLOG

Kamis, 31 Maret 2011

Mendamba Kasihmu





salam di kejauhan..
Aku merunduk penuh malu, tanpa kata yang bersuara, hanya patah kata tertulis di alam maya ini,yang dapat aku  tabur. Telah sekian lama tak ada suara, terkadang ada yang tak mampu untuk aku tuliskan,hanya sekadar meluah rasa, kenangan bertabur bunga sepanjang Ramadhan yang telah pergi meninggalkan kita, memberikan seribu satu mujahadah berharga, pembuka jalan lurus, penunjuk pada hatiku.... menunjukan ..Allah itu ada, sentiasa ada, lebih dekat dr kita... mendengar apa yg berbisik, tahu apa yg terjadi dan bakal terjadi.

Sepanjang Perjalanan juga, iman ini teruji...iman setipis rambut ini, akal serapuh kaca.. sekuat mana pun ia..terkadang hampir retak bercerai.. para anbiya..para sahabat juga teruji....mencari cinta yang satu dan Agung.. bertemu cinta sejati, setelah seribu dugaan melanda. Aplagi diri ini ..insan kerdil berjiwa kecil, hati serapuh kaca yg bisa tercerai oleh lambung ombak deras dipersisiran pantai, namun ia masih mampu untuk bertahan agar ombak itu menyapu lembut pada hati bukan memukul gelombang..

Allah yang selalu disebut-sebut, DIA lah kekuatan itu, DIA lah sumber segalanya, pada hati, pada mata, pada telinga, pada jiwa yang satu.... tapi akupun sadar, hidup penuh godaan, padangan mata syaitan yang menipu,menggoda  hati , meleburkan iman.... ah! ini lah mainan syaitan, setiap keburukan yang berbisk itu adalah dari syaitan..aku sadari itu,dan terkadang juga  terlupa... lemah nya diriku.. Ya Allah... kadang juga airmata ini tumpah kerana takutkan Mu."Dimanakah aku Ya Allah.... dimanakah aku disisiMu, dapatkah aku merintih mendamba rahmatMu andai aku penuh dgn dosa2.. disetiap hari-harku yang tak luput dosa.."

aku hambamu yang lemah,namun Ya Allah, kalamMU membuatkan aku bangkit, bahwa, janganlah aku berputus asa, walau dosa hamba sebanyak pasir dilautan, andai taubat itu suci, Alllah akan sentiasa bersamamu........ Allah itu dekat. sentiasa hadir dgn pengampunan.. penuh dgn sejuta harapan bagi insan yg mengerti pada hati bahwa cinta ILAHI itu suci,lebih suci dari segalanya................dan hanya Dia yang kekal abadi.( dari seorang sahabat)

Rangkuman Komunikasi Massa


a. Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi Massa (Mass Communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik media cetak (Surat Kabar, Majalah) atau media elektronik (radio, televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada khayak luas di berbagai tempat.

b. Karakteristik Komunikasi Massa menurut para pakar komunikasi :
1.      Komunikator Melembaga (Institutionalized Communicator) atau Komunikator Kolektif (Collective Communicator) karena media massa adalah lembaga sosial, bukan orang per orang.
2.      Pesan bersifat umum, universal, dan ditujukan kepada orang banyak.
3.      Menimbulkan keserempakan (simultaneous) dan keserentakan (instantaneos) penerimaan oleh massa.
4.      Komunikan bersifat anonim dan heterogen, tidak saling kenal dan terdiri dari pribadi-pribadi dengan berbagai karakter, beragam latar belakang sosial, budaya, agama, usia, dan pendidikan.
5.      Berlangsung satu arah (one way traffic communication).
6.      Umpan Balik Tertunda (Delayed Feedback) atau Tidak Langsung (Indirect Feedback); respon audience atau pembaca tidak langsung diketahui seperti pada komunikasi antarpribadi.

c. Pernyataan pernyataan dari Para Ahli
1. Aubrey Fisher
Model adalah analogi/perumapamaan yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat, atau komponen yang penting dari fenomena untuk dijadikan model/contoh.
2. Menurut Severin
Model membantu merumuskan teori dan menyarankan hubungan hubungan.
3. Menurut Deusch
Fungsi model yaitu :
·         Mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan yang tadinya tidak teramati)
·         Heuristik, yaitu menunjukkan fakta dan data yang tidak diketahui..
·         Prediktif, yaitu memungkinkan ramalan
·         Pengukuran, yaitu mengukur fenomena yang diprediksi
4. Gorden Wiseman & Larry Baker
Model komunikasi memiliki 3 fungsi yaitu :
·         Melukiskan proses komunikasi
·         Menunjukkan hubungan visual
·         Membantu dalam menghubungkan atau memperbaiki kemacetan komunikasi

d. Model Model Komunikasi Massa
1. S-R THEORY (Stimulus – Response)
Disini Komunikasi dipandang sebagai suatu aksi dan reaksi. Asumsi : Teori S-R mirip dengan “ HYPODERMIC NEEDLE “, yaitu pesan media langsung menghasilkan respon audiens, namun dalam perkembangan risetnya, teori S-R telah mengalami perubahan, stimulus dari media tidak secara langsung mempengaruhi respon audiens, namun stimulus media itu menerpa Organisme dulu baru kemudian mempengaruhi respon audiens.

2. Aristoteles ( Speaker - Massage – Listener)
Biasa disebut juga dengan Rethoric Approach

3. Lasswell’s Model (Model Lasswell)
(Who – Say What- to whom – In which channel –With what effect)
Teori komunikasi yang dianggap paling awal (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who says in which channel to whom with what effect (Siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik : Lasswell itu merupakan unsur-unsur proses komunikasi yaitu Communicator (komunikator), Message (pesan), Media (media), Receiver (komunikan/penerima), dan Effeck (efek).

4. The Mathematical Theory of Communication (Teori Matematika Komuikasi)

( Source – Transmitter ® Receiver – Destination )
Teori matematikal ini acapkali disebut model Shannon dan Weaver, oleh karena teori komunikasi manusia yang muncul pada tahun 1949, merupakan perpaduan dari gagasan Claude E. Shannon dan Warren Eaver. Shannon pada tahun 1948 mengetengahkan teori matematik dalam komunikasi permesinan (engineering communication), yang kemudian bersama Warren pada tahun 1949 diterapkan pada proses komunikasi manusia (human communication). Asumsi teori ini adalah sumber informasi (information source) memproduksi sebuah (message) untuk dikomunikasikan. Pesan tersebut dapat terdiri dari kata-kata lisan atau tulisan, musik, gambar, dan lain-lain. Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi isyarat (signal) yang sesuai bagi saluran yang akan dipergunakan. Saluran (channel) adalah media yang menyalurkan isyarat dari pemancar kepada penerima (receiver). Dalam percakapan sumber informasi adalah benak (brain), pemancar adalah mekanisme suara yang menghasilkan isyarat, saluran (channel) adalah udara.

5. Schram Wellburg,
khalayak dianggap memiliki tingkat selektifitas bila diterpa suatu media dan tingkat selektifitas itu berdasarkan field of experiencenya. Di dalam teori ini, Field of experience dari khalayak sangat mempengaruhi efek atau response yang akan disampaikan khalayaknya.

6. Newcomb’ABX Model (Model ABX Newcomb)
Pendekatan komunikasi yang berdasarkan pada pendekatan seorang pakar psikolog sosial berkaitan dengan interaksi manusia. Dalam bentuk yang paling sederhana dari kegiatan komunikasi seseorang A menyampaikan informasi kepada orang lain B mengenai sesuatu X. Model ini menyatakan bahwa orientasi A (sikap) terhadap B dan terhadap X adalah saling bergantung dan ketiganya membentuk sistem yang meliputi empat orientasi.
Seperti dikutip Effendy (2003) menurut Severin dan Tankard (1992) pada model newcomb ini komunikasi merupakan cara yang biasa dan efektif dimana orang-orang mengorientasikan dirinya terhadap lingkungannya.

e. Teori Teori Dalam Komunikasi
1. Innoculation Theory (Teori Inokulasi)
Teori inokulasi atau teori jarum suntik yang pada mulanya ditampilkan oleh Mcguire ini mengambil analogi dari peristiwa medis. Orang yang terserang penyakit cacar, polio disuntik. Diberi vaksin untuk merangsang mekanisme daya tahan tubuhnya. Demikian pula halnya dengan orang yang tidak memiliki informasi mengenai suatu hal atau tidak menyadari posisi mengenai hal tersebut, maka ia akan lebih mudah untuk dipersuasi atau dibujuk. Suatu cara untuk membuatnya agar tidak mudah kena pengaruh adalah ”menyuntiknya” dengan argumentasi balasan (counterarguments).

2. Individual Different Theory
Asumsi : Pesan yang disampaikan media sebenarnya diterima secara berbeda-beda oleh audiens, karena tiap audiens adalah otonom. Ia mampu secara mandiri memproses, menyeleksi dan mempersepsi pesan media sesuai dengan system referensinya, tiap individu memiliki kemampuan untuk memaknai pesan media sesuai pengetahuanya.
Di dalam teori ini menjelaskan bahwa pesan dalam komunikasi massa membawa dampak yang berbeda beda pada tiap individu sesuai dengan latar belakang pendidikan, culture, dll dari individu tersebut. Jadi, individu lebih selektif dalam memilih pesan yang mereka terima/ tolak.

3. Teori Kategori Sosial
Teori ini menjelaskan bahwa dalam suatu masyarakat walaupun heterogen,  tapi ada dalam hal hal tertentu mereka memiliki kesamaan sehingga membentuk kategori kategori tertentu (kelompok khusus). Kategori ini bisa berdasarkan usia, gender, profesi, dll. Teori ini berangkat dari model komunikasi S – R (resposn dari individu, kategiri sosial, dll).

4. Social Relationship Theory
Sebuah pesan media massa dapat sampai ke khalayaj melalui perantara tertentu, sperti opinion leader (kepala desa). Tidak harus langsung ke khalayak, tapi melalui tahap tertentu, yaitu perantara perantara sehingga terbentuk hubungan antara mereka dan pesan pun akan mudah tersampaikan. Karena ada khalayak yang tidak suka membaca koran atau menonton televisi. Teori ini berangkat dari two step flow or multi step communication model.  Jadi pesan sampai ke khalayak melalui perantara dalam hubungan sosial.

5. Cultural Norm Theory
Efek dari pesan di media massa seringkali mampu mempengaruhi norma norma yang ada di masyarat. Proses nya yaitu ada tiga :
a. memperkuat norma yang ada
b. Memodifikasi/mengubah norma lama
c. menciptakan norma yang baru

6. Uses And Gratifications (Kegunaan Dan Kepuasan)
Teori Penggunaan dan Pemenuhan Kebutuhan (bahasa Inggris: Uses and Gratification Theory) adalah salah satu teori komunikasi dimana titik-berat penelitian dilakukan pada pemirsa sebagai penentu pemilihan pesan dan media. Pemirsa dilihat sebagai individu aktif dan memiliki tujuan, mereka bertanggung jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan individu ini tahu kebutuhan mereka dan bagaimana memenuhinya. Media dianggap hanya menjadi salah satu cara pemenuhan kebutuhan dan individu bisa jadi menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka, atau tidak menggunakan media dan memilih cara lain. 

7. Teori Agenda Setting
Setting didasari oleh asumsi demikian. Teori ini sendiri dicetuskan oleh Profesor Jurnalisme Maxwell McCombs dan Donald Shaw. Menurut McCombs dan Shaw, “we judge as important what the media judge as important.” Kita cenderung menilai sesuatu itu penting sebagaimana media massa menganggap hal tersebut penting. Jika media massa menganggap suatu isu itu penting maka kita juga akan menganggapnya penting. Sebaliknya, jika isu tersebut tidak dianggap penting oleh media massa, maka isu tersebut juga menjadi tidak penting bagi diri kita, bahkan menjadi tidak terlihat sama sekali. Jadi bisa dikatakan apa yang yang menjadi agenda media juga menjadi agenda masyarakat.

8. Teori Dependency
Dependency Theory menjelaskan kekompatibelan mengenai argumentasi limited-effects dan powerful-effect dari media. Titik sentral dari teori atau pendekatan ini adalah adanya audiens yang bergantung kepada informasi media untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan dan mencapai tujuan-tujuannya. Dengan demikian maka pendekatan ini masih konsisten dengan pendekatan model uses and gratifications. Tidak semuanya cocok memang jika dikaitkan pada kondisi masyarakat di jaman sekarang, terutama di Indonesia. Juga tidak semua aspek informasi sajian dari media massa yang sanggup mempengaruhi secara kuat sehingga audiens menjadi tergantung kepada media dimaksud. Dikaitkan dengan usia seseorang, misalnya, kekuatan media juga semakin berkurang. Hal ini bisa dilihat dari semakin kurangnya kelompok usia lanjut yang membaca dan menonton televisi. Bahkan beberapa orang tertentu di desa-desa, meskipun ada televisi di rumahnya, para orang tua tidak tertarik untuk menontonnya. 

9. Teori Difusi Inovasi
Model teori difusi inovasi digunakan untuk pendekatan dalam komunikasi pembangunan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia atau dunia ketiga. Tokohnya Everett M. Rogers mendefinisikan difusi sebagai proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu dari para anggota suatu sistem sosial. Difusi adalah suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan - pesan sebagai ide baru, sedangkan komunikasi didefinisikan sebagai proses di mana para pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi tersebut untuk mencapai pengertian bersama. 

10. Teori Kultivasi (Cultivation Theory)
Pernyataan Prabowo (2005, p.45) mengenai tinggi rendahnya kecemasan dipengaruhi oleh terpaan media, sejalan dengan yang dikemukakan oleh George Gerbner. Teori ini menyatakan bahwa dampak dari menonton tayangan televisi lebih besar berada pada sikap penonton daripadatataran perilaku atau kebiasaan mereka. Para pecandu berat televisi (heavy viewers) akan menganggap bahwa apa yang terjadi di dunia televisi itulah duniasenyatanya. Anak-anak yang sering menonton tayangan film kekerasan akan melihat dunia sebagai penuh dengan kekerasan (Nurudin, 2003, p.157). Bahkan, anak-anak yang merupakan heavy viewers akan cenderung memperlihatkan tanda kecemasan, trauma, dan stress pasca-trauma dibandingkan dengan low viewers(Navarro, n.d, p.1). Jika dihubungkan dengan Cultivaton Theory, maka seharusnya responden yang memiliki terpaan informasi yang tinggi mengenai bahaya HIV/AIDS akan merasa lebih cemas dibandingkan dengan responden yang tingkat terpaan informasinya rendah. 

11. The Spiral Of Silence Theory
Asumsi : Pesan dari media besar cenderung mendominasi opini publik, pesan itu akan menjadi pembicaraan khalayak (Public Discourse) sementara bisa jadi ada pesan dari media lain yang berbeda dengan media besar tadi, tetapi karena pesan-pesan media besar telah menjadi opini publik, dan pengaruh itu demikian kuat di dalam benak khalayak, maka media-media kecil tadi cenderung utnuk meminimalisasi perbedaanya atau malah menjadi diam atau mendiamkan pesan-pesan itu (Public Discourse)
12. Social Learning Theory
Menjelaskan bahwa belajar adalah melalui sebuah pengamatan atau observasi, teori ini membantah bahwa belajar tidak melalui trial dan error. Tetapi melalui pengamatan, baik pengamatan langsung maupun tidak, yaitu melalui media seperti media massa, buku, dll.


Referensi
Fisher, B. Aubrey, 1986. Teori Teori Komunikasi. Penyunting : Jalaludin Rakhmat, Penerjemah : Soejono Trimo, Bandung : Remaja Rosdakarya.
·         Rakhmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
·         Uchjana Effendy, Onong. 1990. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

BAGINYA, “BUTA ADALAH KESEMPURNAAN”


Hujan rintik menyelimuti dinginnya malam. Mendungnya awan laksana gumpalan kapas hitam di langit luas. Bintang yang selalu menggoda setiap insan seakan enggan untuk memanjakan romantisme setiap keluarga dan bahkan bulan pun tersipu malu di balik kelamnya malam. Cahaya lampu di taman mulai menghiasi dan menerangi malam itu. Suara binatang kecil pun mulai bersahutan dengan riangnya. Cengkrama setiap keluarga mulai terdengar di setiap sudut-sudut rumah dan terlihat pula senda gurau antara mereka. Gelak tawa anak-anak mulai terdengar ketika kehangatan keluarga mulai tercipta. Di tengah keceriaan malam, terdengar suara dentingan tongkat yang memecah kesunyian malam. Iramanya begitu tak beraturan tapi tetap membawa nuansa penasaran pada diriku, Siapakah dia?. Rasa penasaranku pun diikuti dengan sorotan mataku yang tajam ke arah orang itu. Dia terlihat tak bisa melihat. Dengan menggunakan kacamata hitam, terlihat sekali matanya seolah-olah tak ingin ditunjukkan pada siapapun. Langkahnya sangat tergantung pada ayunan tongkat itu. Selangkah demi selangkah, dentingan demi dentingan menyiratkan dia hendak berkeliling setiap rumah di komplek daerahku di Way Halim Permai. Tak ingin terus menerus dinaungi rasa penasaran, maka saya berinisiatif untuk mendatangi orang itu. Ketika mendekat, saya pun langsung bertanya : “ada yang bisa saya bantu? Anda siapa ya?”. Dengan tersenyum diapun menjawab :”Saya Mang Udin, tukang pijit di daerah sini neng”. Akupun teringat dengan saudaraku yang sedari pagi merintih kesakitan karena tangannya sedikit terpelintir akibat bermain futsal. Langsung saja aku meminta jasanya sebagai tukang pijit untuk memijat tangan saudaraku. Sembari Mang Udin memberikan pemijatan, diam diam aku mengagumi sosoknya yang tunanetra namun tak sedikitpun terlihat raut sedih di wajahnya. Untuk mengisi kelamnya malam, aku memintanya untuk bercerita tentang kisah hidupnya sebagai tukang pijit tunanetra. Dan beginilah kisahnya.

Tumbuh menjadi cacat memang bukanlah  impian setiap insan yang selalu ingin menikmati sinar mentari sang nirwana dunia. Akan tetapi, semua itu sudah menjadi suatu goresan takdir yang tak dapat terelakkan. Meski sedih namun apadaya tangan seorang manusia seakan  rapuh untuk merubah nasib yang sudah menjadi kehendak Ilahi. Warna warni dunia yang seakan selalu memanjakan dan menggoda mata yang memandangnya tidak dapat dirasakan oleh para tunanetra ini. Mentari pagi yang selalu menyambut kita setiap pagi, seakan hanya terbit untuk orang lain dan bukan untuk dirinya. Kegelapan adalah teman sejati baginya. Dan siang adalah harapan serta mimpi yang tak mungkin terjamah olehnya. Ya.... begitulah yang terjadi pada Mang Udin, seorang tunanetra yang sampai saat ini tetap bersyukur dengan semua keadaan dan kekurangan yang terjadi padanya. Walaupun terkadang sedih, tetap harus dihadapi dengan senyuman dan kebahagiaan, itulah prinsip yang menjadi sandaran bagi dirinya dalam menjalani lika liku kehidupannya sekarang ini.

Tak seorang pun dalam hidupnya yang memimpikan menjadi tunanetra. Sebagai manusia normal, tunanetra merupakan bencana yang paling besar dalam kehidupannya. Karena menjadi tunanetra seakan akan hanya berhadapan dengan hitamnya dunia. Hal seperti itulah yang dirasakan Mang Udin 27 tahun yang lalu. Dia bukanlah seorang tunanetra yang cacat sejak lahir tetapi karena ada suatu penyakit di kornea matanya yang membuat penglihatannya semakin berkurang dari tahun ke tahun. Awalnya dia masih bisa melihat jelas cerahnya dunia, tapi semakin tahun berganti yang ia lihat hanya hitam dan putih dan pada akhirnya yang bisa ia lihat hanyalah kegelapan. Menurutnya, dia masih merasa lebih beruntung dibandingkan para tunanetra lainnya, karena kebutaan yang dialaminya berlangsung secara berangsur, sehingga dia bisa mempersiapkan batin maupun mental bila ia benar benar tak bisa melihat. 

Menjadi cacat memang bukan juga alasan untuk berkeluh kesah ataupun menggantungkan kehidupan pada orang lain. Inilah yang menjadi idealisme para tunanetra termasuk juga dengan Mang Udin sendiri. Dengan menggeluti profesi sebagai tukang pijit tunanetra inilah, ia mencari uang demi sesuap nasi bagi keluarga dan dirinya sendiri. Dengan bermodal pengalaman dan pengetahuan yang dia dapatkan dari pelatihan oleh departemen sosial pada tahun 1990-1992, saat ini dia telah berhasil menjadi tukang pijit yang cukup terkenal di kalangan bawah hingga kalangan atas. Banyak pelanggannya yang bekerja di perusahaan besar seperti United Tractors dan kalangan pegawai pemerintahan provinsi maupun daerah yang menjadi pelanggan setianya. Saat inipun dia sudah memiliki keberanian untuk memberi tarif minimum pemijatannya yaitu sekitar 30 ribu rupiah perjam. Memang bukanlah tarif yang mahal bila kita telah merasakan pelayanannya yang terbilang “mantab” dan sangat memuaskan. Teknik teknik dalam memijat pun sudah dikuasainya dengan baik sehingga tak ada alasan untuk meragukan keahlian memijatnya.

Selama lebih dari 20  tahun melakoni profesi ini, tak ada sedikitpun raut sedih maupun lelah yang terlihat dari wajahnya. Tongkat putih yang menjadi sahabatnya, selalu setia menemani perjalanannya sebagai seorang tunanetra. Dentingan irama tongkat sudah menjadi alunan simponi musik yang begitu indah bagi telinganya. Suka maupun duka menjadi tukang pijat telah menghiasi lembaran perjalanan kisah hidupnya. Dan semua itu sudah melebur menjadi satu dalam masa lalunya. 

Pernah suatu ketika ia sedang berkeliling untuk mencari rumah pelanggannya, hujan turun begitu derasnya sehingga membuatnya harus berlari. Karena buta, hanya tongkat putih yang selalu ia pegang itulah yang dapat diandalkannya sebagai penunjuk jalan. Namun sialnya, walaupun ia dapat terhindar dari bebatuan maupun pohon yang ada di depannya, tetapi tetap saja hujan deras membuatnya jatuh terperosok ke dalam porongan yang cukup besar. Bisa dikatakan istilahnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ternyata di dalam porongan itu penuh dengan sampah dan air limbah yang sangat bau dan menjijikan. Akhirnya hari itu Mang Udin harus mengurungkan niatnya untuk mencari nafkah, karena bajunya yang basah dengan air limbah dan kakinya yang sakit karena terjatuh kedalam ke porongan tersebut. “Pas itumah benar benar berkesan dalam sejarah hidup mamang selama menjadi  seorang tukang pijit neng.” Guraunya sambil tertawa di hadapanku. 

Baginya, pengalaman tersebut bukanlah menjadi penghalang dalam mencari nafkah bagi keluarganya. Dengan semangat awalnya yang tak pernah pantang menyerah untuk memberikan kebahagiaan pada keluarganya, dia terus menerus bangkit dan bekerja keras. Tanpa mengenal kata ragu dan menyerah, siang yang seakan terasa malam dan malam pun terasa siang baginya untuk mencari uang demi mewujudkan keceriaan bagi keluarganya. Dia bukan tukang pijit tunanetra biasa, karena semangatnya itulah yang berbuah hasil yang begitu memuaskan bagi dirinya maupun keluarganya, karena sekarang dia sudah memiliki tanah sendiri dan uang tabungan untuk membangun rumah bagi keluarganya. Saat ini, dia juga telah berumur 35 tahun dan sudah memiliki 2 orang anak, laki laki dan perempuan. Di sebuah rumah kontrakan sederhana yang disewanya beberapa tahun lalu di daerah Tanjung Seneng dekat Tower Indosat, dia bersama keluarganya tinggal bahagia di bawah naungan rasa syukur. Kebanggaan terbesar baginya adalah dapat menyekolahkan anaknya dan dapat memenuhi keinginan dan kebutuhannya keluarganya sehari hari. Di akhir ceritanya pun, dengan penegasan yang cukup mendalam dia mengatakan “Kita itu kalau jadi manusia harus selalu bersyukur. Apapun yang kita miliki berarti sudah yang terbaik dari Gusti Alloh. Ngga ada rasa kesal atau sedih menjadi tunanetra seperti saya ini, karena lebih baik tidak bisa  melihat daripada harus banya zina mata. Iya toh?. Ya...Inilah hidup yang begitu sempurna yang mamang rasakan.”  Sungguh mengesankan!.

Setelah mendengar ceritanya, sempat berpikir akan cerminan diriku, aku tak pernah puas dengan yang kudapatkan sekarang dan selalu ingin mendapatkan lebih dan lebih. Refleksi bayanganku menyiratkan ketidakpuasan yang aku dapatkan dalam hidup ini dan selalu begitu, tak pernah berubah. Terkadang aku menjerit dalam ketakutan untuk menghadapi masa depan yang begitu samar dibenakku. Akan menjadi apakah aku? Itulah pertanyaan yang terus menjadi hantu bagiku. Tapi setelah aku melihat betapa sang tunanetra tersebut membawa inspirasi dan motivasi yang sangat mendalam dan begitu menghancurkan ketakutanku, sehingga aku pun hanya bisa terlunglai sedih dalam sujud. Yang kurasa saat itu hanya betapa hina diriku menjadi hamba yang kufur nikmat. Aku masih memiliki mata yang indah sehingga bisa melihat warna warni dunia dan indahnya kilauan mentari sang fajar. Tapi sebagai manusia biasa, aku selalu lupa akan rasa syukur itu. Kisah Mang Udin inilah yang  saat ini menegurku untuk menjadi sosok terbaik sebagai khalifah di bumi dan menjadi sosok yang kuat dan tegar walau dunia memang begitu keras untuk dijalani. Tiga hal yang aku pelajari saat melihat sosok seperti Mang Udin ini, yaitu tentang kesederhanaan, kepandaian untuk bersyukur dan keikhlasan. Aku begitu terpukau dengan sosoknya yang memberikan makna terdalam pada arti hidup ini. Dialah inspiratorku yang selalu mengingatkan aku bahwa kegelapan dapat menjadi cahaya bagi orang yang ikhlas dan selalu bersyukur. Dan yang paling berkesan dari kata katanya adalah “Buta adalah kesempurnaan” bila kita mengerti arti hidup ini.    

Jumat, 08 Januari 2010

WISATA KULINER ALA ICHA.....

BAKSO UPIL “Kecil Kecil, Gurihnya Bikin Ketagihan”

 Jika anda penggemar bakso, tidaklah lengkap bila anda belum mencicipi bakso upil yang cukup terkenal di daerah Lampung. Warung bakso upil ini terletak di Jalan Tenggiri Teluk Betung atau kurang lebih 50 meter sebelum Taman Dwipangga yang merupakan ikon daerah Teluk Betung. Bila kita jalan jalan ke Lampung, manjakanlah lidah anda dengan gurihnya bakso upil sebagai menu sarapan anda. Warung bakso ini mulai dibuka sejak pukul 5 pagi dan tutup jam 1 siang. Laris manisnya pembeli yang rela antri untuk membeli bakso ini membuat bakso upil terjual habis sebelum jam 10 pagi. Kenikmatan dan kegurihan yang menjadi ciri khas utama bakso upil ini yang membuat penikmat kuliner menjadi ketagihan untuk membeli dan membeli lagi.

Memang terdengar cukup aneh bila mendengar kata bakso upil untuk pertama kalinya. Bisa dikatakan, mungkin bayangan pertama anda akan menjurus pada hal hal yang menjijikan. Tapi untuk makanan yang satu ini jangan buru-buru dulu menyimpulkan sebelum mencicipinya. Rasa, bentuk dan penyajiannya sangat jauh sekali dari kata itu. Menurut pemilik bakso yang sering disapa dengan Pak’De Upil ini, alasannya memberi nama bakso upil karna bentuk baksonya yang kecil dan rasanya sangat gurih, apalagi bila dihidangkan dengan mie kuningnya yang ternyata adalah pasta spagheti. Bila ada kata yang mewakili nikmatnya cita rasa bakso upil ini, mungkin saya akan meminjam istilah dari presenter wisata kuliner terkenal Pak Bondan yaitu “Mak Nyosss”.

Bakso ini menurut Pak‘De, gurihnya akan benar-benar terasa tanpa saus dan kecap. Dan ucapannya tidaklah omong kosong belaka, karena saat saya mencicipinya, memang benar rasanya gurih, segar dan dagingnya sangat kenyal. Gurihnya bakso ini sudah terasa sejak gigitan pertama dan semakin lama, gurihnya pun akan semakin terasa. Menurut pak’de, baksonya bisa menjadi gurih, karena saat diolah tidak menggunakan lemak, jadi daging pun akan terasa keaslian dan kesegaran rasanya. Dan ditambah lagi, racikan khusus rahasia yang Pak’de ciptakan selama bertahun tahun melengkapi kekhasan bakso ini dibandingkan bakso lainnya.

Selain itu, keramahan yang ditunjukkan oleh pegawai maupun pemilik warung bakso ini membuat saya terkesan saat pertama kali datang ke warung bakso ini. Saat saya mulai melangkah menuju ke dalam warung bakso ini, senyuman hangat menjadi sapaan pertama yang saya rasakan. Ramainya pengunjung, ternyata tidak mengurangi keramahan pak’de dalam menceritakan pengalamannya selama menjual bakso upil ini. “Saya menjual bakso ini dari tahun 1965, awalnya saya adalah penjual keliling selama 5 tahun, setelah itu barulah saya mendapatkan tempat untuk memasarkan bakso upil ini. Selama berjualan bakso upil, saya harus menghabiskan daging sapi sebanyak 25 kg setiap harinya. Dan saat ini saya sudah memiliki 2 cabang bakso upil lainnya yaitu di dekat Sekolah Kartika Jaya Persit dan di jalun dua dekat SMP 3”, ceritanya sambil tersenyum polos dihadapan saya.

Bila berbicara tentang harga, anda tak perlu khawatir, karna untuk satu piring mangkok bakso, anda hanya perlu mengeluarkan uang 7 ribu rupiah. Tidak banyak kan? Bila nantinya yang akan dihidangkan adalah kuliner yang sangat enak, gurih dan begitu menyegarkan yaitu bakso upil. Jangan terkecoh dengan nama “bakso upil” yang mungkin terdengar tidaklah enak di telinga. Tapi cicipi dulu rasanya yang ternyata bisa membuat lidah anda akan bergoyang dan bikin ketagihan untuk makan bakso upil ini lagi dan lagi.


CIPTAKAN KEHANGATAN ALA SATE BONTET



Sate memang merupakan makanan yang sudah menjadi menu favorit masyarakat Indonesia. Bisa dikatakan, makanan tradisional yang satu ini sudah menjadi bagian dari santap malam sebagian masyarakat kita. Banyak berbagai macam warung maupun restoran kuliner yang menyajikan sate sebagai menu andalan mereka, dan salah satunya adalah sate bontet yang merupakan inovasi nama yang unik dari sate madura. Mungkin terdengar cukup aneh bila dibandingkan nama sate lainnya, apalagi bila anda baru pertama kali mendengar nama sate bontet ini. Kemungkinan besar, anda akan merasa penasaran akan cita rasa serta bagaimana bentuk dari sate bontet ini. 

Sate Bontet merupakan salah satu kuliner yang menarik di daerah Lampung, apalagi saat malam hari, sate bontet ini dapat memberikan kehangatan pada santap malam anda. Tidak percaya? Coba saja anda berkunjung di warung sate bontet  yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi No.116/183 Teluk Betung . Sate ini sudah buka sejak siang hari sampai malam hari. Jadi, anda tidak perlu takut untuk kehabisan karena sate bontet ini selalu menyediakan banyak tusukan sate yang sudah siap untuk menggoyahkan selera makan anda.

Makanan tradisional sate bontet ini memang sudah berdiri sejak berpuluh puluh tahun yang lalu. Perbedaan yang menjadi ciri khas daripada sate sate lainnya yaitu penyajian yang menggunakan Hotplate yang berbentuk sapi bontet. Pendapat saya pertama kali, mungkin ciri khas penyajiannya  inilah yang kemudian mendasari nama sate bontet. Tapi ternyata dugaan saya sama sekali tidaklah tepat. Setelah bertanya kepada salah satu pegawai yang ternyata adalah cucu dari pemilik warung sate ini, barulah saya mendapatkan jawaban yang begitu mengejutkan. “Ya, karena Bontet adalah pendiri dari sate Bontet ini”, tutur Wanda dengan jelas dan sedikit tertawa heran. Maklum saat itu saya adalah pengunjung baru yang ingin tahu tentang wisata kuliner yang terdengar cukup unik ini.


Keunggulan dari sate bontet ini yaitu dapat menciptakan kehangatnya hingga tusukan terakhir dagingnya. Menurut wanda, rahasianya karna sate bontet ini disajikan dengan hotplate yang sangat panas sehingga kehangatan daging akan tahan lama. Sate ini akan terasa lebih nikmat bila disajikan lengkap dengan sup kambingnya yang hangat dan memiliki cita rasa khas juga. Mungkin cara pembuatan sup kambing ini sama seperti sup sup lainnya, tapi yang berbeda adalah lada dan jeruk nipisnya yang sangat terasa sehingga membuat sup menjadi nikmat dan hangat. Selain itu, bumbu satenya yang disajikan terpisah dapat membuat kemurnian cita rasa dari dagingnya akan tetap terasa di lidah.


Saat berkunjung ke warung sate bontet ini jangan heran bila banyak muda mudi yang memilih sate bontet sebagai hidangan untuk memanjakan makan malam mereka. Kehangatan yang tercipta pada setiap tusukan dagingnya dapat menciptakan keakraban suasana malam menjadi lebih romantis. Jadi, bila anda penikmat kuliner sate sejati, belumlah lengkap bila belum mencicipi sate bontet sebagai menu makan malam anda. Hanya dengan mengeluarkan uang 14 ribu rupiah, anda akan merasakan kekhasan dan kenikmatan sate bontet yang dapat menciptakan kehangatan hingga gigitan terakhirnya. Berani mencoba?

Jumat, 18 Desember 2009

DAMPAK SOCIAL MEDIA TERHADAP BUDAYA BANGSA SERTA HUBUNGANNYA DENGAN BUDAYA GLOBAL

Setiap orang di seluruh dunia pasti tidak asing lagi mengenal kata sosial media. Mungkin saja bisa dikatakan bahwa kita tidak akan mendapatkan image “gaul” sebelum mengenal dan juga menggunakan social media ini. Social media dalam konteks sosiologi komunikasi yang kita bahas adalah mengenai peranannya atau fungsinya yaitu sebagai sarana untuk berinteraksi dan bertukar informasi dari orang yang satu ke orang yang lainnya. Dengan adanya sosial media ini kita mendapatkan manfaat yang berlimpah. Kita dapat menjalin hubungan dengan teman lama ataupun teman yang baru juga karena adanya sosial media ini.

Dampak Social Media terhadap Budaya Indonesia

Bagaikan uang yang diciptakan dengan memiliki sisi permukaaan yang berbeda, social media juga memiliki dua sisi yang berbeda pula, ada yang positif dan negatif. Tapi baik sisi negatif maupun sisi positif tetap yang merasakannya adalah masing masing dari individunya sendiri. Secara konteks sosiologi komunikasi yang mana selalu menitikberatkan pada interaksi dari khalaknya, oleh karena itu, yang kita teliti di sini adalah dampak dari interaksi melalui social media tersebut bagi budaya Indonesia sendiri.

Dampak Positif Social Media

Dengan adanya social media, kita akan saling beinteraksi dan bertukar informasi dengan orang lain baik dari negara sendiri maupun dari negara lain. Budaya yang kita kenal bukan hanya dalam arti yang sempit saja tetapi juga arti luasnya yang mencakup agama, suku, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, aturan, ritual, dll. Dengan adanya interaksi dengan orang orang asing dari negara lain, kita bisa menceritakan mengenai budaya kita, mengenai keragamannya, keunikannya serta kekhasannya. Contohnya, dengan interaksi tersebut kita dapat menceritakan tentang batik kita yang kini sudah menjadi ciri khas negara kita, kemudian tari tarian di Indonesia yang terkenal dengan keindahan dan keanggunannya, seperti : tari pendet, tari kecak, tari Saman, dll, dan kita juga dapat menceritakan bahwa Indonesia memiliki berbagai macam suku (dayak, jawa, bali, dll), agama (Islam, kristen, katolik, budha, Hindu), bahasa daerah, ritual ritual, dan lain lain, dimana keberagaman tersebut bukanlah menjadi perpecahan melainkan merupakan keragaman yang khas dan menjadikan Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Bila kita sering menggunakan sarana social media sebagai sarana untuk menceritakan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia, dipastikan budaya Indonesia akan menjadi primadona bagi masyarakat dunia, dan pastinya akan membuat mereka datang ke Indonesia.

Selain itu juga dalam percakapan kita, kita bisa saja menunjukkan bahwa tata bahasa kita merupakan budaya timur yang kaya dengan keramahan dan tutur kata yang lembut. Bila kita sering berinteraksi dengan bangsa lain, kita akan merasakan bahwa budaya kita sangatlah berbeda dengan mereka. Bila budaya negara mereka lebih liberal, bebas dalam berpendapat dan lebih cenderung “berkata apa adanya”, tapi negara kita terkenal dengan keramahan dan menonjolkan kekhasan masyarakatnya yang saling menghargai serta menghormati perasaan orang lain, yang mana itu sudah menjadi budaya yang sudah turun menurun sejak dulu. Perbedaaan dalam bahasa dan cara berkomunikasi itulah yang dapat membuat mata dunia terbuka lebar hanya untuk melihat bahwa budaya Indonesia kaya dengan moral, etika dan kesantunan. Hingga saat inipun banyak masyarakat dunia yang menyukai Indonesia karena terkenal dengan keramahan dari masyarakat Indonesianya sendiri.

Dengan adanya interaksi di social media tersebut, kita juga bisa mengetahui kebudayaan-kebudayaan bangsa lain, sehingga dapat dibandingkan ragam kebudayaan antarnegara, bahkan dapat terjadi adanya akulturasi budaya yang akan semakin memperkaya kebudayaan bangsa. Selain itu, interaksi antar bangsa sendiri melalui social media dapat dimanfaatkan untuk memperteguh dan memperkokoh budaya sendiri. Bila kita memang bangga pada budaya sendiri, tidak ada salahnya bila kita saling bertukar informasi tentang masing masing budaya daerah, baik budaya dari provinsi yang kita tinggali maupun budaya dari provinsi provinsi lainnya. Misalnya saja, orang lampung menceritakan semua tentang budaya lampung kepada orang jawa, dan juga sebaliknya. Hal tersebut dapat memperkaya pengetahuan kita tentang budaya budaya di Indonesia.

Bila kita sering mengamati perkembangan facebook, sebagai sarana interaksi, kita akan sering melihat banyak percakapan yang berkaitan dengan isu isu budaya yang terkini saat ini, yang pertama mengenai Batik yang menjadi pakaian nasional Indonesia dan yang kedua klaim Malaysia terhadap budaya budaya kita. Dalam percakapan tersebut sangat terlihat bahwa interkasi melalui facebook dapat membangkitkan nasionalisme kita. Misalnya saja, mengenai kasus klaim malaysia terhadap budaya Indonesia. Terlihat interaksi dalam facebook tersebut berisikan banyak sekali kecaman terhadap Malaysia. Mereka sadar bahwa budaya tersebut milik kita, dan disitulah nasionalisme sangat terlihat jelas keberadaannya.

Dampak negatif Social Media

Social media sebagai sarana interaksi ternyata bisa berdampak negatif bagi budaya bangsa kita. Terbukti dengan seringnya kita chating dengan bangsa lain yang tidak diimbangi dengan ketidaksiapan kita untuk menerima budaya global membuat masing masing individu (users) malah mengikuti dan menyukai budaya global yang cenderung tidak sesuai dengan budaya kita. Banyaknya masyarakat Indonesia yang lebih menyukai budaya global karena lebih dianggap “trend terbaru” untuk dijadikan gaya hidup sehari hari, membuat budaya sendiri sulit untuk dipertahankan keeksisannya.

Saat kita berinteraksi di Internet, tanpa kita sadari, kita sudah berada di tengah tengah budaya global. Di dunia ini, kita tidak bisa hanya menonjolkan budaya kita sendiri. Dan hal itulah yang memicu masuknya unsur-unsur budaya asing seperti bahasa pergaulan yang cenderung “kasar dan blak blakan “, pola pergaulan hedonis (memuja kemewahan), pola hidup konsumtif yang kemudian menjadi pola pergaulan dan gaya hidup masyarakat kita. Bagi individu masyarakat yang tidak siap menyesuaikan pola pergaulan tersebut, mereka akan menarik diri dalam arus pergaulan global tersebut dan membuat mereka lupa akan jati diri sebagai masyarakat yang memiliki budaya tersendiri. Mereka yang selalu menjadi korban dari budaya global akan terus mengikuti arus globalisasi yang menuntut gaya hidup liberal untuk diterapkan dalam kehidupan mereka sendiri. Bila itu terus menerus terjadi, maka budaya Indonesia akan kalah popularitasnya dengan budaya lain yang lebih modern.

Selain itu, seringnya kita berinterkasi melalui social media dengan bangsa lain akan membuat ketertarikan kita untuk mengikuti budaya mereka agar terkesan mengikuti zaman dan seakan budaya asing merupakan budaya yang dapat meningkatkan “gengsi” kita bila diterapkan dalam kehidupan sehari hari. Misalnya, Harajuku Style dan Europe Style, yang sangat ini banyak diminati masyarakat Indonesia. Mereka lebih bangga menggunakan produk negara lain, bertutur kata dan bertingkah laku seperti budaya negara lain karena lebih menaikan gengsi dan image mereka. Terkadang banyak yang mengatakan, kita akan ketinggalan zaman bila tidak mengikuti trend budaya global saat ini. Hal itulah yang akan mengancam keberadaan budaya Indonesia di tengah tengah budaya asing. Jadi, interaksi melalui social media yang konsekuensinya adalah berhadapan langsung dengan budaya global dapat menggerus budaya sendiri apabila kita tidak dapat mempertahankan jati diri budaya kita di tengah budaya global tersebut.

Budaya Sendiri VS Budaya Global

Bila kita berbicara mengenai internet, pastinya akan membicarakan mengenai budaya global. Di dalam dunia maya ini, kita tidak bisa hanya bersikap sepihak pada budaya kita sendiri. Karena kita akan berbicara mengenai budaya global juga. Perlu diingat bahwa setiap bangsa memiliki budayanya sendiri dan kita harus hargai itu. Walaupun saat kita menggunakan social media tersebut sebagai sarana interaksi dan berkomunikasi dengan bangsa lain, dimana yang kita temui adalah budaya global, kita diharuskan bisa mempertahankan budaya sendiri. Jadi disini yang kita bahas mengenai dampak dari internet yang sebenarnya sangatlah relatif, tergantung pada tujuan penggunanya dalam memanfaatkan social media ini sebagai interaksi antar manusia. Kita tidak bisa menjudge budaya kita adalah budaya yang paling baik dan budaya lain tidak baik untuk kita. Tetapi, di sini point yang kita angkat adalah bagaimana kita mempertahankan dan melestarikan budaya kita di tengah tengah derasnya budaya global dalam dunia maya tsb.

OPINION ABOUT MEDIA : PART OF THE PROBLEM OR SOLUTION FOR GENDER VIOLENCE

All of us surely know about problems of gender violence, likes : domestic violence, sex work, or such social problems as “baby dumping.” Violence against women is a violation of fundamental human rights. Many questions are asked whether media is part of the problem or part of the solution to addressing gender based violence. All people still confuse about that, but i think the view in this article is really good. This article can see all views of media and gender case, and it is not easy to judge, which one is true or which one is wrong. So, the point is I really agree with this article. This article not just see from one side, but also can see from two side about gender violence in media. The writer has good views about media as part of problem and also solution for gender violence.

As we know, media has great power to make opinion and give influence to many people. And the inclining of media for show off information or factual news about gender problem, exactly give bad impact and positive impact. Media has often argued that they are just a mirror of society’ in their reporting of gender based violence or any other issue and therefore are not activists. However media is a powerful tool which can make public opinion and social discourse.

Honestly, I disagree with how women's images are transmitted in our media. It is a humiliating image. Working women do not exist. The role of media is an important part of whichever strategy you want in place when fighting against violence. It is not marginal or complementary, it is essential to forming the idea of women.

Besides, this condition to be worst because of culture of society that making women shouldn’t report their wants, because their position which make them be obedient and just silence if there’s gender violence.

In additon, If we see from recently phenomena in this era, Has the media ever been objective? Language of Media is such a powerful tool and yet few realise this. Newspapers and magazines are nearly always quick to focus on a woman's looks, yet they rarely do this with men. The habit of Media that always look strong and profuse, make people believe this news without check it before and, it can give great impact and perpetuate the messagge women is victims, unrealible sources, and nee to be saved. Media regulary tells us about gender violence will give new opinion about women, “ women is weak, women is really different with men, women to be saved, women just must obey whatever men says. And if it happen, maybe, it will be the culture of world society that women is not as good as men.

Although media can give bad impact and negative symbol in which women as a victim. But, why don’t we think about the good impact of gender violence news. Why don’t we think to suppose them not as victim, but as the survivors. So, they can motivate the other girls to fight and to survive. Honestly, if we can think wisely, The function of media to make public opinion can give positive impact for women.

Supposing of women as survivor can give spirit for other give to survive and can be better than men. Our culture truly make us (all women) weak and need to be saved by men. But, because of media, we can open our eyes and open our mind that women is strong, she can fight and she can be better than men.

Moreover, According to article, Absolutely, i really agree what Mc Luhan say about media, media is medium, and medium is message. So media just provider or place for information that we feed in that media. As we know, media surely just medium that just facilitating us to our report, ideas, news, or our intelectual property, so, it’s not fair, if we just judge media as causing of women posisition as a victims. Media doesn’t mean to influence or give impact for society, it just medium and media just reports what is already there. Media doesn’t mean to influence society or make sense that women as the victims. Media just the tools of society to report what society’s mind are or what society’s want. So, if there’s inclining of media to report about gender violence, it is just reflection society’s sense or society’s wants about women.

So, i think, it’s depend on what we write in media is and how society interpret or misinterpret the media. Media can be problem, if we make a messagge or article that symbolize women as the victim and to be saved. But, media will be solution, if we make a message or article that symbolize women as survivors and it can give the strongness of all women to fight and survive.

I guess i get a point about this case, and i think it’s really complicated. We can’t judge anyone, but basicly media as medium to report our ideas and opinions of society has many strengthness and weakness. People create media to help people, but in fact, media can give bad impact for public. We can’t judge anyone, because each of people has human rights to report whatever they want to report. The point is, we have to comes back to ourselves, how we use media is or how we filter all information that we read and we see. Media just reflection what our needed and what our want. As society, we have to know about the role and norms in media, so, we should use media wisely and don’t let our message give bad impact for other people.

Senin, 23 November 2009

Facebook and Johari Window Theory

Facebook is a free social networking that owned by Facebook, Inc. Why facebook can be one of social networking?. I think all of you can answer easily. All people can share and communicate in facebook. We can take our photo and publish it. We also can add friends and send them messages, and update their personal profiles to notify friends about themselves. Because of these benefits, nowdays, facebook to be one of trend in social networking.

If we talk about Facebook as social networking, we have to can talk about the Johari window theory too, Do you know why? Because Facebook is related by Johari window Theory. But before i explain more about it, i should explain little about this theory. As we know, Johari Window theory is one of the most useful models describing the process of human interaction. A four paned "window," as illustrated above, divides personal awareness into four different types, as represented by its four quadrants: open, hidden, blind, and unknown. The lines dividing the four panes are like window shades, which can move as an interaction progresses.

From the last explanation, we can take the point if there is the relation between Johari Window Theory and Facebook. In Facebook , users usually write all about them in Info Application, not only about their identity, but also some of their interest. With Facebook, other users can know who i am or who we are. The point is all of you (users) can know not only about my factual information, but also about my feelings, motives, behaviors, wants, needs and desires, indeed, any information describing who I am or who we are. And, these are because of facebook as social networking. In Johari Window, we can find all of these in the “open area”. In the open area also talk about impression management. As Johari Window Theory, we also can find impression management in facebook. Especially in our photo, we usually make our photo more beautiful or more handsome to interest people for adding us. Besides, sometimes, in facebook, we always update our status regulary and make ourselves being eksist in facebook world.

Basicly, “Open area” in Johari Window Theory is most related with Facebook. As social networking, facebook usually used as communicating and sharing. We can know people, and they can too. In facebook, there is many kinds of application that can we use as the media of communicating and sharing. Firstly, in Photo Application, we can upload our photo and share it. Second, in Info application, we can write everything about us and publish it. Third, In Chat Application, Status Updates Application and Inbox Application, we can communicating with the other people. Because of those all, all people can know you, and you can too. All of those are consist of “Open” Area in Johari indow Theory.

In Johari Window, there is hidden area. In facebook, The hidden area can be found easily . In facebook, sometimes, there is some information that I have not told you, nor mentioned anywhere in facebook, what my father’s name is. This information is in my "hidden" quadrant. Just on my mind. Not for publishing, because maybe it’s privacy information. As we know, in facebook we usually find short information in some people or some users. They usually hide more information about themselves by not write any private information about them in Facebook. And It’s consist of “hidden” Area in Johari Window Theory.

Besides open area and hidden area, in fecebook we can see the blind area. In The "blind" area represents things that you know about me, but that I am unaware of. For example, perhaps in our on going conversation, if in facebook, we usually find in Status Application or Chat Application. When i communicate or chat with our best friends in facebook or update our status in facebook, i usually keep our image or write unreal information to hide my lacking. And you as my best friend aware about it but i dont know about it. You also can’t say anything, since you don’t want to embarrase me, or you may draw your own inferences that perhaps I am being insincere.

And the last area in johari window theory that related with facebook is the “unknown area. The "unknown" quadrant represents things that neither I know about myself, nor you know about me. In “unknown” area, we will talk about something in ourselves, but we and all people don’t know about it. Just God who knows. For example, In facebook, “unknown” area can be found when we communicate or chat with someone, but in fact, once day later, he or she probably is our fate or our soulmate. Both of you and her/ him don’t know about it. Just God who knows about our fate. And facebook is one of way to find our soulmate.

From, my explaination in below, we can take a short summary that “In facebook, if you know more information about someone, your relationship with her or him will be closer and the window between you and her/him will be more open too.”


Thanks before,, ^_^



My Sweet Regard,
MELISA
(Melisa Ari Santy)

Rabu, 11 November 2009

The effect of television for children

Television is one of mass media which usually used by people to get many kinds of information. Television has many functions. Those are : to educate, to inform, to entertaint, and to influence. Those advatages will be gotten by us perfectly, if we use it wisely.

From this article we know that watching television can give great impact for our children, direct or indirectly. If we calculate percentage of children who watch television everyday, we can get shocked result. Almost children in the world surely watch television everyday. And most children plug into the world of television long before they do other activities, likes; go to school, go to bed, lunch, dinner, breakfast, etc.

Children usually watch television just for escaping from their activity in their life . In Television world, fantasy and reality are very difficult to tell apart for children. Television make children can’t focus to their recently activities. Television make them can’t concentrate reading. If our children watch a lot of television, they will get used to it and won’t be able to concentrate at school. Childen who have television in their bedroom cant focus on their homework because of it. Children sleep in midnight or late to sleep because of their habit (watchng television all day).

Television gives big problem (hazard) for children especially on their developing brain. The Maladaptive behaviour (violent and impulsivity) will be happenned because of their habit of watching television all day. Sometimes parents can’t control their children’s activities and that chance always be used by children for watching many kinds of television’s program or film. Not all films or those programs implement education and information side. They just wanna get many profits from their film and program. Many films just implement entertaining side without consider about this impact for children.

Children always do what they see. If it’s about violent, they will do same as what they see is. Watching television can give same basic effects on the brain. However certain content may changes childen’s attitudes or beliefs regarding certain things. For example, watching violent films can increase violent behaviour, and encourage the using of bad language in their daily life. Children always adopt what they see. And children always implement it when they socialize and communicate with other people. Therefore, many cases about violent used to be done by children . Not only about violent, sometimes children also can watch porn films in television, and it will give great impact on their developing brain. When children watch porn films, they always remember it and save it in their memory. In their daily life, when they communicate or socialize with other people (different sex), they already can give different opinions as a man or a woman. But the problem is if children suppose that “making love or MBA” is common activity in their daily life.
Besides, Children who prefer choose watching television to read, usually can’t focus what they listen is. They just give their all attention for television as an audio visual media. Therefore, they usually can’t concentrate their lesson at school.

Television provides easy acces to various kinds of programs and films. Sometimes we cant control my self, and spent most of our time just watch television. And that is the main reason why you have no control over what is coming into your mind, somethings may be good and others maybe bad. For children, over information without control can be causing negative impact on children’s brain. Many negative impact can be appeared by watching television such as, behavioral problem, faltering academic abilities, language difficulties and weak problem solving skills.
Moreover, watching television also can decrase brain activity. It’s because when watching television, the brain doesn’t have construct images by itself. When reading, your brain can make up that images by it self. In the other hand, when watching television, this will be causing the reduction our brain activity. If we rare to exercise our brain by reading book and just watch television all day, it makes decrasing our creativity.

From this article, we can see how great television’s attack in our daily life is. If we can’t control ourselves and also our children, it can give bad impact for our brain and chlidren’s brain. Therefore, we have to make great changes in our habit. Firstly and the last, stop watching television everyday. Spent our time by reading book and make it usual in our daily life. From today, we should practice to stop watching television and change our activity with reading. Because it’s better for our brain.
MELISA

Senin, 09 November 2009

secret message

When first time i saw you ...
I just saw u from outside
U look so usual person....
No special about you....
How about nowdays?
Yes, u right, right now... it’s so different...
i see u in my heart with different felling and opinion
I really love you...
I love your behaviour.... i love your kindness....
I love your smile...

I need u baby...
I need you to be be my husband....
Accompany me all my life...
I don’t know when the happy time will come to my life...
I just wanna wait.... waiting for happy time...
I just wanna wait.... waiting for different life...
And I just wanna wait.... waiting for listen 4 words from you
And they are “will you marry me?”
I’M SO HAPPY... ^_^

Sabtu, 07 November 2009

“MARAKNYA CITIZEN JOURNALISM DI DUNIA MAYA SEBAGAI PERKEMBANGAN MEDIA MASSA PADA ERA DIGITAL”

Era reformasi adalah era dimana kebebasan pers telah dikumandangkan. Dengan kebebasan tersebut, setiap orang berhak untuk berpendapat dan beropini sesuai dengan keinginannya sendiri. Tanpa ada batasan umur, status sosial maupun kedudukan, semua orang dapat menyampaikan aspirasinya serta menyampaikan pendapat maupun opini tanpa ada larangan dari siapa pun juga. Kita tidak perlu menjadi orang yang bekerja di rana jurnalistik dulu baru bisa menyampaikan aspirasinya ataupun menulis berita, karena yang kita perlukan adalah kemauan, ide, keberanian, dan kemampuan kita dalam menyampaikan aspirasi kita sendiri . Dan orang orang seperti itulah yang selalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan jurnalistik dan umumnya dinamakan dengan citizen journalism.

Berkembangnya citizen journalism dimulai dari munculnya blog-blog sebagai media online yang mulai marak di dunia online, yang mana perkembangan ini merupakan perkembangan dari media massa yang mulai trend di era digital ini. Begitu banyak masyarakat yang menggunakan situs situs untuk membuat free blog ataupun dengan berbagai social networking sites dan mailing list yang mana menyebabkan masyarakat mudah untuk menyampaikan aspirasinya secara bebas di dunia maya tersebut ataupun melaporkan kejadian, berita ataupun berbagai informasi. Biasanya media jurnalistik yang sering kita lihat, selalu melakukan pengeditan ataupun penyaringan terhadap berita berita ataupun informasi informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat, tetapi dengan adanya situs situs untuk free blogging, mailing list dan social networking sites ini, masyarakat lebih bebas untuk menyampaikan aspirasi, bependapat, maupun melaporkan berbagai berita atau informasi informasi tanpa adanya pengeditan maupun penyaringan. Oleh karena itupulalah citizen journalism merupakan awal dari demokrasi seutuhnya.

Citizen journalism ini sifatnya independent (tidak terikat pada instansi atau media apapun), bebas (demokrasi), dan juga universal. Biasanya jurnalistik warga atau jurnalistik media ini menggunakan berbagai situs situs intenet yang menyediakan layanan blog secara free seperti www.wordpress.com, www.multiply.com, www.blogspot.com, dll ataupun dengan menggunakan berbagai social networking sites dan mailing list seperti facebook, yahoo messenger, twitter, youtube, myspace, ognut, dll. Dengan hadirnya mailing-list, website, blog, termasuk ponsel dan teknologi komunikasi sejenis, setiap individu dapat melakukan kegiatan : mencari, mengumpulkan, memiliki, mengolah, dan menyebarkan informasi seperti yang dijalankan jurnalis dengan bebas tanpa adanya pengeditan seperti media massa pada ummnya.

Peranan dari Maraknya Citizen Journalism Sebelum kita membahas mengenai peranan dari citizen journalism, di bawah ini adalah contoh postingan dari beberapa citizen journalism yang dikutip dari www.donnybu.com

Citizen Journalist via Facebook dan Twitter pada Kasus Bom Teroris di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton Jakarta 2009 Posted on 22 July 2009 by donnybu Sebutlah seorang pengguna Twitter di Indonesia dengan follower lebih dari 700 orang, Daniel Tumiwa, yang saat kejadian memang sedang berada di Ritz Carlton lantai 26 untuk mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya. Ketika bom meledak di kedua hotel tersebut, Daniel mengirimkan posting berbunyi: “Bom @ marriot and ritz Carlton kuningan Jakarta” (7:51 AM Jul 17th)

Postingan dari Daniel tersebut di atas, yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah posting susulan, banyak diklaim sebagai kali pertama informasi tragis di bilangan Mega Kuningan tersebut disebarluaskan ke publik (dan melalui Internet). Menurut Daniel, seperti disampaikannya sendiri pada fitur komentar di sebuah berita pada Kompas Online, lantaran postingannya yang termasuk “breaking news” tersebut, dirinya langsung mendapatkan permintaan wawancara dari sejumlah media internasional, termasuk CNN dan BBC. Setali tiga uang dengan Twitter, fitur status pada Facebook juga berperan dalam menyebarluaskan berita pemboman tersebut.

Harry Deje, yang kebetulan berkantor di Menara Prima, berjarak hanya beberapa puluh meter dari Hotel Rtiz Carlton, melakukan update statusnya di Facebook sebagai berikut: “RITZ CARLTON meledak!!! kemungkinan genset. ledakan ada 2 kali. kaca2 ancur, ada bbrp korban yg digotong. mega kuningan macet total” (July 17 at 7:58am) Dan sesaat setelah postingannya tersebut di atas, TV One sebagai salah satu stasiun televisi yang pertama kali menurunkan berita tentang kejadian pemboman tersebut, melakukan wawancara dengan Deje.

Menurut Deje, yang bekerja pada XL, TV One melakukan wawancara sembari dirinya melakukan evakuasi dari lantai 8 hingga lantai dasar dari menara prima. Wawancara tersebut adalah bagian dari rangkaian pertama breaking news yang diturunkan oleh TV One. Sebelum melakukan evakuasi, seperti disampaikan oleh Deje melalui SMS kepada saya, bahkan masih sempat mengambil foto Hotel Ritz Carlton yang masih berasap tebal, dan mempostingnya di Facebook. Postingan status maupun foto tersebut, tentunya akan dapat langsung dilihat oleh lebih dari 870 temannya di Facebook. Pastinya, postingan Deje sahabat saya tersebut adalah untuk kali pertama munculnya informasi tentang adanya ledakan di kawasan Mega Kuningan Jakarta yang muncul pada halaman depan akun Facebook saya. [Foto yang diambil menggunakan Blackberry oleh Deje dan di-upload ke Facebook]

Di sini dapat kita lihat sisi positif dari adanya citizen jounalism bahwa seperti yang kita ketahui bersama, masyarakat mempunyai andil yang sangat besar dalam penyebaran informasi dan juga berbagai macam berita. Dengan maraknya citizen journalism di dunia maya membuat penyampaian dan juga penerimaan berita ataupun informasi terbaru menjadi semakin mudah dan dengan waktu yang relatif singkat.

Di dalam artikel di atas dipaparkan jelas bagaimana masyarakat memposisikan ataupun memerankan dirinya sebagai seorang citizen journalism, di mana dia memberitakan ataupun melaporkan informasi yang penting atau kejadian yang sedang terjadi di sekitarnya seperti yang terjadi pada Hotel J.W. Marriott sekitar pukul 07.45 WIB dan Hotel Ritz Carlton sekitar pukul 07.50 WIB. Di sini peran citizen journalism untuk memberikan berita yang paling aktual dengan cara mem-posting di internet mengenai pemboman kedua hotel itu dengan waktu yang sangat cepat dan dekat dari waktu kejadian semula. Penggunaan Twitter dan Facebook oleh saksi mata kejadian pemboman teroris di dua hotel tersebut, juga dipaparkan untuk memberikan gambaran kronologi peran para citizen journalism menjadi contoh nyata bahwa citizen journalism dengan baik memerankan sebagai komunikator (seorang penyampai berita) secara langsung. Dengan adanya citizen journalism, masyarakat dapat mengetahui informasi ataupun berita lebih dulu atau lebih cepat dibandingkan mendapatkan informasi melalui media massa pada umumnya. Karena postingan melalui via internet menyebarkan informasi dan kejadian lebih cepat dibandingkan seluruh media massa, bahkan pada saat detik detik pertama kejadian pun kita sudah dapat mengetahui kejadian yang terjadi di suatu tempat tanpa kita berada di sana. Dan disitulah para citizen journalism memerankan peranannya dengan baik di era digital ini.

Bila kita analisis artikel di atas berdasarkan konteks media massa. Maka di sini bahwa citizen journalism di dunia maya adalah salah satu perkembangan media massa pada era digital yang mana masyarakat memerlukan berita dan informasi secara cepat dan aktual. Citizen journalism sebagai komunikator informasi secara cepat dan aktual kepada masyarakat (komunikan) melalui media online dengan cara mem-posting artikel, informasi, atau berita tersebut ke berbagai situs situs seperti mailing list, blogspot, maupun social networking sites.

Di sini para citizen journalism yang memainkan perannya dan berfungsi untuk menginformasikan berita atau informasi kepada masyarakat (to inform), menyampaikan berita atau informasinya berupa breaking news dengan cepat kepada masyarakat tanpa melalui keredaksian konvensional yang cenderung panjang dan terikat pada aturan. Bila kita lihat perbedaannya dengan media massa lainnya, citizen jurnalism merupakan komunikator yang melaporkan ataupun menyampaikan berita atau informasi secara langsung tanpa ada editan maupun penyaringan.

Jadi, semua berita maupun informasi tersebut bersifat bebas dan tanpa terikat oleh aturan aturan penulisan berita yang biasanya diterapkan media massa pada umumnya. Sedangkan bila kita lihat dari konteks medianya, media bagi citizen journalism di dunia maya ini yaitu melalui internet berupa situs situs yang menyediakan mailing list, free blog, dan social networking sites. Terakhir, komunikan ataupun khalayak dari citizen journalism sama halnya dengan media massa lainnya yaitu bersifat heterogen, anonim, dan tersebar luas. Dan masing masing dari khalayak tersebut juga memiliki faktor perantara atau tingkat selektifitas yang tinggi terhadap berita dari citizen journalism tertentu.

Tetapi, fakta juga membuktikan bahwa tidak semua khalayak dari citizen journalism tersebut juga merupakan khalayak yang anonim, karena menurut penelitian, biasaya khalayak terbanyak dari citizen journalism adalah dari teman teman dekat, keluarga, sahabat maupun orang yang sudah saling mengenal satu sama lain, seperti di facebook maupn twitter tersebut. Dalam pendekatan komunikasi massa juga, kita dapat menjelaskan citizen journalism ini dalam konteks peranannya sebagai penyampai informasi di mana informasi tersebut bisa memberikan berbagai efek berupa efek kognitif juga efek afektif dan behavioral. Efek kognitif yaitu terhadap penambahan informasi, efek afektif terhadap perubahan sikap dan efek behavioral terhadap perilaku. Sedangkan sebagai pendidik (to educate), citizen journalism perlu menerapkan kode etik jurnalistik dalam membuat berita, informasi maupun opini.

Kelemahan Citizen Jurnalism di dunia maya Citizen Journalism merupakan salah satu dari perkembangan atau inovasi dalam penyebaran berita secara aktual. Namun sayangnya keberadaan citizen journalism yang marak di dunia maya ini masih perlu didukung dengan adanya pembelajaran mengenai kode etik jurnalistik. Walaupun kita hidup di era demokrasi dimana kebebasan pers pun sudah dijamin dalam peraturan undang undang, namun dalam hal penyampaian berita, informasi, aspirasi maupun opini harus sesuai dengan norma norma maupun etika jurnalistik. Hal tersebut dijaga agar tidak ada pihak pihak yang tersinggung dan dirugikan dari adanya pemberitaan oleh para citizen journalism. Banyaknya kasus kasus yang terjadi berupa pencemaran nama baik oleh salah seorang citizen journalism, seharusnya sudah sangat jelas memberikan pemahaman bahwa etika maupun prosedur dalam penyampaian berita pun harus dipertimbangkan. Jadi disini, kebebasan untuk berpendapat pun juga harus dibatasi dengan etika dan norma yang berlaku agar kasus kasus pencemaran nama baik pun tidak akan terjadi lagi. Seperti yang terjadi pada kasus Narliswani (Iwan) Piliang, November 2008. Dimana seorang Blogger atau Pewarta Warga atau Penulis di Jakarta ini menyebarkan informasi berupa artikel beria yang berjudul “Hoyak Tabuik Adaro dan Soekanto” pada situs informasi presstalk.info dan kemudian beredar di mailing list. Di dalam artikel tersebut, Iwan menulis dalam artikelnya bahwa Alvin Lie, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang ditulis oleh Iwan, telah meminta uang Rp 6 miliar dari PT Adaro Energy. Uang sebanyak itu , menurut Iwan, bertujuan agar anggota dewan di Senayan tidak melakukan hak angket untuk menghambat Initial Public Offering (IPO) Adaro. Dan karna artikel tersebut Alvien Lie merasa bahwa namanya dicemarkan dan kemudian melaprkan kepada aparat yang berwajib. Dan saat ini Iwan diperiksa Satuan Cyber Crime Polda Metro Jaya karena dugaan melanggar UU ITE, Pasal 27 ayat 3. Kasus ini pun masih menggantung.

Dalam kasus ini dapat kita lihat bahwa citizen journalism seharusnya dapat bercermin pada kasus kasus yang terjadi saat ini mengenai pencemaran nama baik dari informasi informasi yang mereka sampaikan. Kaidah ataupun kode etik jurnalistik juga setidaknya harus menjadi pengetahuan dasar sebelum menulis berita, informasi maupun opini dalam dunia maya ini. Bila kita sebagai citizen journalism mengindahkan adanya kode etik jurnalistik tersebut, maka yang terjadi adalah kasus kasus pencemarana nama baik, seperti yang terjadi pada Narliswani (Iwan) Piliang.

Selain itu juga, kelebihan dari citizen journalism yang memberitakan suatu informasi atupun kejadian kejadian penting secara aktual dan lebih dulu dibandingkan media massa lainnya ternyata juga memberikan kelemahan bagi adanya citizen journalism, di mana berita ataupun informasi yang disampaikan tersebut hanya disimpulkan secara singkat dari kejadian yang terlihat secara indera saja tanpa adanya penyelusuran lebih dalam yang menyebabkan keakuratan informasi pun masih diragukan. Selain itu juga, kemudahan melakukan plagiat ataupun peng-copyan informasi di dunia maya, banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan peng-copyan informasi, berita ataupun opini tanpa seizin hak miliknya. Di sinilah tantangan bagi para citizen journalism di dunia maya yang juga banyak terdapat cyber crime di dalamnya.

Perjalanan Sang Inspirator


“Di balik Tirai Mimpi dan Harapan”

HUMAN INTEREST
Oleh, Melisa Ari Santy
Mentari pagi yang menyapanya setiap hari merupakan pembangkit semangat yang tiada duanya, seolah olah mentari itu hanya terbit untuknya. Tetapi cerahnya pagi itu, ternyata belum sepenuhnya membawa keberuntungan bagi dirinya. Pagi itu, hanya dengan beralaskan sandal butut yang sejak beberapa tahun lalu dibelinya dari loakan, saat itu menjadi modalnya untuk mencari sereceh atau selembar uang demi mengisi perutnya yang sejak kemarin masih kosong. Dari toko yang satu ke toko yang lain mulai dikunjunginya hanya untuk menawarkan jasa angkat barang ataupun bersih bersih. Memang tak mudah baginya menjalani hidup sendiri saat umurnya masih 8 tahun, di mana saatnya seorang anak masih bisa menuntut menjadi anak normal lainnya yang bersekolah dan mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Tapi, kepahitan hidup seperti itu tak pernah menghentikan langkahnya sedetikpun. Semangat dan mimpinya yang membuatnya sampai saat itu tetap hidup, dan hingga saat ini mimpinya terwujud.

Bagi seorang Sunaryo, cerita lamanya bukanlah peristiwa yang mudah untuk dihilangkan begitu saja. Menurutnya, pengalaman sangat berarti baginya. Dia menjadi pengusaha sukses saat ini karena pengalaman yang membuatnya terus belajar untuk menjadi yang terbaik.

Langkah awalnya yang dimulai dari motivasi untuk mengubah hidup menjadi lebih baik saat 40 tahun yang lalu, terbukti telah membawanya ke singgasana kesuksesan. Menjadi seorang Pengusaha yang sukses memang sudah menjadi pilihan mimpinya sejak kecil. Orang tuanya yang mendidiknya dengan keras untuk menjadi mandiri ternyata membuat kehidupannya bagai seorang pelayan di istana sendiri. Kemuakannya akan ketidakadilan tersebut, membuat dirinya memilih untuk menghidupi dirinya sendiri walaupun itu terasa sangat sulit. Baginya lebih baik dicabik oleh orang lain daripada orang tua sendiri. Sakit hati yang mendalam dan terlebih lagi idealis yang tinggi menjadikannya memutuskan untuk hidup di luar sendiri dan kabur dari rumahanya sekitar 40 tahun yang lalu. Tetapi, karna keputusan itulah yang ternyata membuatnya menjadi salah satu pengusaha tas yang sukses dan terkenal di lampung. Perusahaannya yang kini diberi nama San Collection adalah bukti nyata kesuksesannya dari seorang yang mulanya hanyalah seorang buruh serabutan dengan sebuah mimpi besar.

Dulunya memang dia adalah seorang buruh. Beruntungnya, dia menemukan seorang yang baik hati dan menawarkan pekerjaan menjadi buruh dari seorang pengrajin tas di tasikmalaya/ Cianjur, Jawa Barat. Dari sinilah, kehidupannya mulai berubah. Walaupun dengan penghasilan yang kecil, tetapi dia mendapatkan banyak pembelajaran dan keterampilan mengenai cara membuat tas yang berkualitas. Selama kurang lebih 10 tahun, beliau bekerja di pengrajin tas tersebut, ternyata memberikan keuntungan bagi dirinya pribadi. Sereceh demi sereceh uang yang terkumpul, tidak ia hamburkan begitu saja. Susahnya kehidupan menjadi pelajaran berharga baginya untuk menghargai uang yang ia miliki.

Dengan semangatnya yang sejak awal tidak pernah pantang menyerah dalam mewujudkan mimpinya, kemudian membuatnya mencoba untuk memulai menapaki harinya dengan berbisnis sendiri di Lampung. Dengan uang tabungan selama 10 tahun tersebut, dia mencoba meniti karir di bidang perbisnisan pembuatan tas. Tapi ternyata, pilihannya untuk berbisnis tidak salah. Setelah sekembalinya dari Bandung, dia menjalankan usaha pembuatan tas sekolah, yang saat itu pesaingnya di Lampung hanya sedikit sekali. Dengan kata lain, bila produknya lebih berkualitas, dia bisa saja memonopoli pasar di lampung.

Tanpa mengenal rasa ragu dan berani yang telah menjadi sahabatnya saat itu dalam memulai karirnya di dunia perbisnisan, ternyata membawanya selangkah demi selangkah ke tangga kesuksesan. Di usia muda yang meranjak 26 tahun, dia menikahi seorang wanita cantik dan menjadi pendamping yang selalu memotivasi dirinya untuk terus melanjutkan pembangunan istana mimpinya di dunia nyata dengan pondasi keinginan dan tekad yang kuat untuk menjadi lebih maju.

Selama 25 tahun dia menjalankan bisnis pembuatan tas, tak ada prinsip mundur dan menyerah dalam membangun mimpinya itu. Terkadang bila hambatan datang menyapa, dia terus saja maju dan menampar jauh jauh hambatan itu. Tantangan baginya adalah menu makanan yang memberikan tenaga bagi dirinya atau dengan kata lain tantangan adalah pembelajaran untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Dan saat ini, dia telah berumur 48 tahun dan memiliki 4 orang anak perempuan. Di sebuah rumah mewah yang dibangunnya 20 tahun yang lalu, dia bersama keluarganya tinggal bahagia selamanya. Dan sampai saat ini pula, ia telah mempunyai 1 toko besar di samping rumahnya, 1 mobil mewah, kebun seluas 1 hektar dan tak lupa pabrik tas yang cukup besar dengan wilayah pendistrubusian produknya di Kota Agung, Metro, Kotabumi, Panjang, Bandar Lampung dan daerah lampung lainnya.
Saat akhir ceritanya, dengan penegasan yang cukup mendalam dia mengatakan agar kita jangan takut untuk bermimpi, karena mimpi adalah awal dari segala kesuksesan. Dan janganlah takut untuk mencoba dan berusaha karena hanya itu jalan untuk mewujudkan mimpimu. Sungguh mengesankan!.

Dan hingga saat ini pun aku masih begitu terkesima oleh perjalanan hidupnya. Penuh kerikil dan batuan tajam. Bagiku beliau adalah inspirator hidup, bukan hanya sebagai pengusaha tetapi juga sebagai ayah. Beliau adalah ayahku, yang tanpa perjuangannya, mungkin saat ini aku tak akan bisa merasakan nikmatnya dunia. Pelajaran yang berharga darinya takkan pernah kusia siakan. Beliau lah yang mengajarkan aku untuk bermimpi dan beliau jugalah yang mengajarkan aku bagaimana mewujudkan mimpi itu. “Terima kasih Pa, Inspiratorku”

Julukannya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

“Pengabdian Sang Guru”

HUMAN INTERST
Oleh, Melisa Ari Santy

Mungkin kita tidak akan pernah asing mendengar kata guru. Dari taman kanak kanak hingga sekolah yang paling tinggi sekalipun, kita akan selalu mengenal sosok guru. Kata itu sering kita ucap, tapi mungkin hanya sedikit yang mengetahui betapa besar jasa seorang guru. Guru, sosok yang mendidik kita agar menjadi pintar dan berguna bagi nusa dan bangsa kelak. Dengan jasa yang ia berikan, sedikitpun tidak ia harapkan pamrih maupun pujian. Pengabdiannya yang begitu besar untuk mencerdaskan bangsa tidak akan sanggup dibayar walaupun hanya sekedar uang maupun harta. Seperti pepatah yang mengatakan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Saat reformasi telah berkumandang, seakan banyak yang menjerit jerit tentang pembelaan mengenai hajat hidup orang banyak. Dan pendidikan termasuk di dalamnya. Tapi kondisi ini pun tidak sedikitpun memberikan manfaat bagi seorang guru yang seharusnya jasanya dapat diberi penghargaan tetinggi di tengah tengah bangsa yang sangat miskin dengan pengetahuan. Tak terkecuali juga dengan nasib salah seorang guru di pedalaman desa Natar. Dia adalah Ahyar Ilyas, seorang guru di SDN 5 Rululloh.

Bila dihitung dengan jari, hampir 9 tahun dia mengabdi pada sekolah itu. Langkah sabar dan tekad kuat yang telah menjadi teman lama baginya, ternyata telah memberikannya semangat di setiap hari harinya. Malam pun yang terkadang terasa bagai siang, selalu menjadi bagian dari kesehariannya dalam mencari nafkah demi keluarga. Susahnya kehidupan tidak menjadi pagar pembatas pengabdiannya pada dunia pendidikan.

Pak ahyar adalah seorang guru di sebuah sekolah yang terletak di Tegineneng dalam, dusun Gajahmati atau Pedalaman desa natar. Sepeda motor tua miliknya, ia pilih sebagai sarana transportasi ke daerah pedalaman, dengan jarak tempuh sekitar 30 hingga 38 kilometer atau bila dihitung waktu, harus menempuh sekitar satu seperempat jam. Menurutnya, daerah pedalaman sangat rawan akan pencurian dan pemerasan sehingga tidak dapat menggunakan motor yang lebih layak.

Seminggu tiga kali, Ia memang harus melewati jalan truk yang rusak. Jalan yang dilaluinya memang tidak mudah. Dia harus menempuh berkilo kilo jalan truk yang berlubang, bergelombang dan sangat berbahaya hanya demi mengajar siswa siswinya. Walaupun jalan tersebut beraspal. Aspal tersebut sudah sangat rusak. Pernah suatu ketika, saat liburan, dia bersama kepala sekolah bermaksud untuk memperbaiki cat dinding sekolah. Namun sialnya, karena kondisi jalan yang sangat memprihatinkan tersebut, roda belakang motor terpeleset semen pilar got hingga iapun terjatuh.

Keletihan dan kesulitan dalam menempuh perjalanan menuju sekolah ternyata diperparah pula dengan pola pikir masyarakat sekitar sekolah yang sangat tidak peduli akan pendidikan anak anak mereka. Kurangnya partisipasi serta kesadaran wali murid dalam proses belajar mengajar menyebabkan anak mereka menjadi malas bersekolah. Dan bila anak mereka tidak sekolah, mereka hanya membiarkannya saja seakan pendidikan bukan menjadi kebutuhan primer bagi mereka. Kenyataan itu menambah keprihatinan pak ahyar terhadap kondisi pendidikan di indonesia yang sebenarnya sudah lemah dari struktur dan budaya masyarakatnya sendiri.

Pengarahan maupun komunikasi pun telah dilakukan oleh pihak sekolah dalam menindaklanjuti permasalahan tersebut. Tetapi pada kenyataannya, solusi tersebut tidak berhasil. Selain karena pendidikan dan pengetahuan masyarakat di sana yang rendah, tetapi juga sulitnya berkomunikasi menjadi faktor utama ketidakberhasilan tersebut. Hampir seluruh masyarakat di sana yang masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa komunikasi sehari hari sehingga semakin mempersulit upaya beliau dan pihak sekolah untuk memberitahukan pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa sekarang.

Selain kurangnya kepedulian orang tua, memang pada dasarnya anak anak murid di sekolah itu yang susah dikendalikan juga. Terkadang, murid bersekolah dengan seragam yang tidak rapi, kotor, dan lusuh. Seringkali juga mereka berangkat sekolah dengan pakaian seragam merah putih yang bajunya sudah berubah menjadi warna kuning dan mengenakannya pun tidak tertib karena baju sering dikeluarkan dan tanpa tali pinggang. Lebih parahnya lagi, ada yang tidak memakai sepatu ke sekolah.
Pak ahyar termasuk guru yang memiliki pengorbanan dan jasa yang besar untuk kemajuan pendidikan di sana. Banyak masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai guru tetapi enggan mengajar di sekolah tersebut. Mungkin, karena sekolah itu adalah satu satunya sekolah terpencil di kecamatan natar.

Letih dan keringat yang bercucuran tidak menjadi hambatan baginya dalam menjalankan amanah sebagai guru. Menurutnya, perjuangan yang benar benar dirasakannya adalah untuk mencerdaskan muridnya disana walaupun pada kernyataannya tidak ada dukungan dari orang tua maupun sarana sekolah yang tidak memadai dan kurang lengkap. Selain itu, mungkin karena tingkat ekonomi yang rendah ataupun kurang perhatian orang tua yang ditambah ketidakpedulian anak dalam proses belajar mengajar, menyebabkan anak enggan membeli buku yang seharusnya menjadi media penunjang proses belajar mengajar.
Semua rintangan dan hambatan adalah bagian dari hidup yang tidak akan berhenti. Baginya, dia pantang untuk sedih dengan sesuatu yang merupakan integral dalam kehidupan. Kelapangan dada sudah menjadi pilihan untuk menghadapinya. Dan pesannya pada generasi muda saat ini, “Giatlah dalam mencari ilmu supaya bangsa ini tidak menjadi bangsa yang tertinggal, tetapi menjadi bangsa yang cerdas, terampil dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.” Memang pesannya itu begitu singkat dan sederhana, tetapi di dalamnya terdapat arti yang begitu berharga dan mendalam demi kemajuan pendidikan bangsa ini.

Pak ahyar hanyalah salah satu dari guru yang dengan keterbatasannya, dia mampu bertahan hanya demi mencerdaskan generasi muda saat ini. Pengorbanannya yang begitu muliahanya demi bangsa ini tak dapat diukur oleh harta. Baginya,yang terpenting anak anak di negeri ini bisa mendapatkan pendidikan sehingga tidak menjadi bangsa yang tertinggal. Sosok seperti pak ahyar inilah yang seharusnya menjadi teladan bagi para generasi muda saat ini.


(Kisah Nyata Seorang Guru di SDN 5 Rolulloh Pedalaman Desa Natar)

MOm

Teman teman yang saya cintai..... Bayangkan kita waktu kecil Bayangkan ibu kita....... Ibu kita yang mengandung kita selama 9 bulan
Kemudian setelah itu kita dilahirkan dengan darah yang berceceran disana Dia peluk kita ketika kita masih bayi . Pada saat itu ibu kita bukannya bersedih tetapi dia ditengah darah dan tangan yang bersimpah darah, dia malah menghitung jari kita 1,2,3,4,5
Kemudian ibu kita tersenyum setelah melihat jari kita semuanya lengkap Padahal saat itu ia baru saja melahirkan kita dari perutya kemuka bumi Kemudian setelah kita mulai beranjak kecil Kita mulai belajar jalan... Dia genggam tangan kita....dia papah kita supaya tidak terjatuh...

Dan saat kita belajar bicara....dia pula yang mengajarkan kata “mama” dan kata “papa” Dia suapi makanan ke mulut kita, ketika kita muntahkan dia pun tidak putus asa, dia ambil lagi makanan yang bersih kemudian masukkan lagi ke dalam mulut kita Karna dia tahu kita tidak mau makan, Dia suapi susu, dia berikan kita susu sampai kita benar benar sehat
Dia ingin melihat tubuh kita sehat....dia ingin kita tumbuh sehat dan tidak pernah sakit Ketika ia menggendong kita, kita malah mengompoli kita...dia bukannya marah malah ia mengatakan “pak anak kita sehat”

Teman teman Saya ingin menujukkan betapa sayang dan cintanya ibu kita pada diri kita Bayangkan... Setiap malam ibu kita selalu terbangun setelah mendengar tangis kita Hanya untuk menyusui ataupun hanya untuk mengganti popok kita Dia tahan rasa kantuknya dan rasa letihnya setelah seharian menjaga kita, hanya untuk melihat kita tidak menangis dan tidur dengan tenang lagi..

Saat kita mulai beranjak remaja dan dewasa kita sudah mengenal kehidupan sosial...kita mengenal tentang teman, sahabat, pacar, kuliah, sekolah, organisasi dan sebagainya. Waktu kita terkadang hanya tersita buat kepentingan kita saja. Sedangkan ibu kita di rumah dengan rasa cemasnya dan rasa khawatirnya, ia menunggu kita sampai pulang.... Saat kita pulang, ia tunjukan rasa marah atau khawatirnya dengan pertanyaan “ nak, dari mana saja?” Padahal di balik pertanyaan itu ia sangat bersyukur sekali anaknya dapat pulang dengan selamat.

Bayangkan teman teman.... Ketika kita pulang ke rumah, kita melihat ada bendera kuning tertancap di depan rumah kita.
Apa yang kita rasakan teman teman? Bagaimana perasaan kita saat itu?

Kemudian kita mullai melangkahkan kaki kita satu persatu ke dalam rumah. Tapi, apa yang kita rasakan kalau seandainya saat kita memasuki pintu rumah kita , kita mendengar tangisan dan doa doa berkumandang jelas di dalam rumah kita.
Apa yang kita rasakan saat itu?

Bayangkan saat itu kalian melihat sesok tubuh tak berdaya tidur di tengah tengan kerumunan keluarga kita yang sedang menangis. Bayangkan ketika saat itu banyak orang orang yang memeluk tubuh itu dengan tangisan.
Apa yang kita rasakan teman teman? Kemudian, dengan penuh tanya, kalian mulai mendekati sosok tubuh itu....

Sosok tubuh yang tak berdaya di tengah tengah tangisan keluarga dan saudara kalian tersebut. Setelah sampai kalian hanya melihat sosok tubuh yang tertutupi kain kafan ... Kalian pun pasti akan bertanya tanya siap itu?
Dengan lafadz laillahaillah kemudian kalian membuka kain itu perlahan lahan sehingga wajah dari sosok tubuh itu terlihat.
Bayangkan teman teman, bayangkan!!! bila saat kalian buka kain kafan itu, yang terlihat adalah wajah ibunda kalian....wajah ibunda kalian yang sudah meninggal dunia tanpa ada kalian di sampingnya saat sakaratulmautnya tiba....
Bayangkan saat itu kita menangis....menyesal dan meratapi betapa dosanya diri ini....
Bayangkan saat itu ibunda kalian meninggal dunia sebelum kalian membahagiakan beliau....sebelum kalian membanggakan beliau dengan prestasi kalian....dan belum sebelum kalian memberikan tawa dan senyuman karna anaknya ini....
Bayangkan ketika ibunda kalian meninggal dunia saat kalian belum meminta maaf pada beliau.....belum berterimakasih pada beliau.....
BAYANGKAN!!!
Bayangkan teman teman!!!!itu ibunda kalian!!!!!
Bayangkan hari itu saat berbeda......
Bayangkan hari itu tak ada sapaan....tak ada senyuman....tak ada nasihat dari ibunda kita saat kita pulang.....
bayangkan!!!!
Bayangan teman teman ketika hari itu yang ada sapaan tangis dari ayah.....dari kakak...adik...dan saudara saudara kalian....
Bayangkan ketika hari kemarin kalian masih bisa bersenda gurau bersama ibunda kalian....
Bayangkan ketika kemarin kalian masih bisa melihat senyum itu....tapi sekarang dan seterusnya.....yang terlihat hanya kamar yang kosong......dengan baju baju yang hanya tergantung tanpa ada yang memakainya.....
Bayangkan teman teman .....ketika esok hari kalian pulang.....hanya kesunyian dan kesepian yang kalian rasakan....
Bayangkan ibunda kita telah meninggal.......tak ada lagi tangan lembut itu....tak ada lagi wajah itu.....tak ada lagi suara indah itu dan tak ada lagi pelukan erat itu.....

Teman teman mulai saat ini janganlah kau sia siakan hari kalian hanya untuk menyitakan waktu tanpa ibunda kalian .....jangan kalian siakan waktu hanya untuk kepentingan kalian sendiri.....

Tekadkan mulai hari ini juga kalian selalu membahagiaan ibunda kalian dengan tawa, senyuman, prestasi, kasih sayang dan cinta kalian.....Sesungguhnya itulah yang ibunda kalian tunggu dari kita..... Jangan pernah sakiti beliau lagi....

Mulailah dari hari ini juga kalian meminta maaf pada beliau.... Kalian cium tangannya...pipinya... Kalian peluk tubuhnya....dan katakan “Ma, adek sayang sama mama...”

Minta maaf lah saat ini juga....jangan sampai ibunda kita tiada sebelum kita meminta maaf padanya....sesungguhnya pintu surga ada di kaki beliau dan ridhonya beliau.... Terima kasih buat para ibunda di dunia ini yang pengorbanan dan cintanya tak terbatas.... Aku persembahkan puisi sederhana ini untuk kalian......

IBU

SAAT PERTAMA KU LAHIR DI DUNIA
AKU RASAKAN SENTUHAN LEMBUT
SIAPA KAH DIA TUHAN? TANYAKU
SAAT AKU HANYA BISA MENANGIS, TAPI MENGAPA DIA TERSENYUM LEMAH SAAT MELIHATKU
AKU MEMANDANG HERAN...SIAPA ITU?


DIA MEMELUK ERAT TUBUH MUNGIL INI
SEAKAN TAK PERNAH BISA MELEPASNYA
AIR MATANYA MULAI JATUH DI PIPIKU
KURASAKAN PERASAAN SYUKURNYA DENGAN KEHADIRANKU DI DUNIA
SIAPA ITU TUHAN? AKU BERTANYA LAGI


AKU RASAKAN SENTUHAN YANG KESEKIAN KALINYA DARI TANGAN HALUS ITU
SUARANYA MULAI TERDENGAR SAMAR DI ANTARA TANGISAN LENGKINGKU
MERDU DAN INDAH SEKALI
DENGAN LIRIH DIA MEMBISIKAN “SAYANG...INI IBUMU”
SETELAH BEBERAPA SAAT KU MENGERTI...KAULAH MALAIKAT YANG DIJANJIKAN TUHAN UNTUKKU




DALAM TANGISANKU, KUINGIN MEMANGGILNYA IBU....
DALAM TANGISANKU, KUINGIN BERSYUKUR PADA TUHAN ATAS JANJINYA PADAKU
“TUHAN TERIMA KASIH TELAH MELAHIRKAN AKU DARI MALAIKATMU INI”
SAYANG DAN CINTANYA MENGALIR HINGGA KE DALAM NADIKU
DAN KUYAKIN AKUPUN TAKKAN SANGGUP UNTUK MEMBALASNYA SEUMUR HIDUPKU


SETELAH DEWASA AKUPUN BERKATA LAGI PADA TUHAN.....


TUHAN....
MALAIKATMU BEGITU SEMPURNA
DENGAN TANGANNYA IA MAMPU MENJAGAKU DAN MELINDUNGIKU
DENGAN TANGANNYA DIA MAMPU MENGANGKATKU KE TEMPAT YANG LEBIH TINGGI..
SETIAP PAGI, SEMANGATNYA SELALU MENJADI ALIRAN DARAHKU
KATA-KATA INDAH DAN BAHASA BIJAKNYA SELALU TERUKIR DI SETIAP WAKTU


TUHAN
MALAIKATMU BEGITU SEMPURNA
DIA SEMBUNYIKAN SEDIHNYA HANYA DEMI SENYUMANKU..
DIA SEMBUNYIKAN RAPUHNYA DEMI AKU YANG KINI TELAH DEWASA
CINTANYA PADAKU BEGITU TAK TERBATAS
HINGGA BILA AKU MENAMPUNG SAMUDERA PUN TAKKAN MAMPU MENGGANTINYA


TAPI MENGAPA TUHAN.....
AKU TAK PERNAH SADARI ITU
AKU BEGITU SIBUK UNTUK MENCARI KESENANGAN LAINNYA
SEAKAN PERHATIAN DAN KASIH SAYANGANYA BEGITU TAK BERHARGA


KADANG AKUPUN BEGITU TEGA...
BEGITU MUDAH AKU MEMBUATNYA SEDIH, MARAH DAN MENANGIS
KADANG AKUPUN KHILAF
AKU ACUHKAN NASIHAT MALAIKATMU
AKU BIARKAN TUBUHNYA MENJADI SEMAKIN LEMAH DAN LETIH
AKU BIARKAN AIR MATANYA BERHENTI
TANPA BISA KUMENGHAPUSNYA


TUHAN...
BEGITU MUDAH AKU LUMPUHKAN HATINYA
DENGAN KENAKALANKU
DENGAN KEANGKUHANKU
DAN DENGAN KELANTANGANKU MELAWANNYA
SEAKAN MALAIKAT ITU ADALAH ORANG YANG TAK BERDAYA
SEAKAN DIA BUKANLAH ORANG YANG RELA MENGORBANKAN JIWANYA DEMI KELAHIRANKU KE DUNIA



TUHAN ....SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT
IZINKAN KEDUA TANGAN INI MEMELUK ERAT TUBUHNYA
IZINKAN MULUT INI MEMINTA MAAF PADANYA
IZINKAN HATI INI MERASAKAN CINTA TULUSNYA
IZINKAN AKU MELIHAT SENYUM DARI WAJAHNYA

KU HANYA INGIN MELIHAT CINTAKU DAPAT MENGISI HARI HARINYA
KUINGIN SELALU BERBAGI TAWA DAN BAHAGIA
HINGGA IA TAKKAN LAGI TETESKAN AIR MATA KARENA DURHAKAKU
SUNGGUH, BILA ITU TERJADI AKU TAK AKAN SANGGUP MENAMPUNGNYA
DIRI INI TERLALU HINA UNTUK DIA TANGISI


DAN PESAN ABADIKU UNTUK MALAIKATMU TUHAN.........
WAHAI MALAIKAT ILAHI...BILA SAATNYA NANTI KAU TELAH TIADA
KUINGIN HANYA SATU SAJA.....
KAU PERGI DENGAN SENYUM BAHAGIA KARNA ANAKMU INI
MAAFKAN AKU YANG ACUH INI
MAAFKAN AKU YANG DURHAKA INI

IBU...KU HATURKAN TERIMA KASIHKU ATAS SEMUA CINTA DAN SAYANG YANG BELUM BISA TERBALAS SEUTUHNYA
SUNGGUH...AKU MENCINTAIMU
DARI ANAKMU TERSAYANG...
BY: MELISA